Belasan Warga Jimbaran Dipolisikan, Diduga Karena Ini

1
104

Jimbaran, DenPost

Diduga palsukan silsilah keluarga, 14 warga di Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, dilaporkan ke Polresta Denpasar. Pemalsuan garis keturanan tersebut diduga dilatarbelakangi masalah warisan berupa dua hektar tanah di wilayah Banjar Perarudan, Jimbaran.

I Wayan Sudana, pelapor dugaan kasus pemalsuan silsilah tersebut, mengaku kaget tentang adanya silsilah baru dalam garis keturunan keluarganya. Bahkan yang membuat silsilah itu tak ada hubungan darah atau satu soroh dengan keluarganya. “Saya garis keturunan dari Soroh Binoh. Dan tiba-tiba mereka (14 orang yang dilaporkan) mengaku keturunan dari leluluhur saya. Padahal mereka berasal dari Soroh Belong,” ucapnya, didampingi kuasa hukumnya, Sabarudin, Minggu (8/3).

Baca juga :  ODTW Pantai Pandawa Bantah Isu Adanya Penutupan

Sudana menduga ini ada kaitannya dengan warisan dua hektar tanah di Kelurahan Jimbaran milik almarhum leluluhrunya bernama I Bir. “I Bir ini merupakan kakek buyut saya yang tak memiliki saudara. Tapi mereka malah membuat silsilah palsu jika I Bir ini adalah anak dari Nang Lekus. Nah mereka semua mengaku keturunan Nang Lekus dan berhak atas warisan itu. Sementara berdasarkan catatan di desa tidak ada namanya Nang Lekus,” bebernya.

Dilanjutkannya, silsilah palsu tersebut terungkap saat dilakukan pengukuran tanah warisan untuk pembuatan sertifikat pada tahun 2014. Tiba-tiba I Wayan Sudana dihalang oleh para terlapor yang satu banjar dengannya. Mereka mengklaim memiliki hak atas tanah tersebut.

Baca juga :  Ngemplang Pajak Rp14 M, Michael Tirta Ditangkap

Lalu peristiwa itu sempat dilaporkan secara perdata ke Pengadilan Negeri Denpasar oleh I Wayan Sudana, bersarta saudaranya yakni I Made Buda, dan I Ketut Surna. “Gugatan di PN Denpasar saat itu kami menang. Namun mereka melakukan proses hukum lanjut ke Pengadilan Tinggi (PT). Di sana mereka menang. Kami melakukan langkah hukum ke MA. MA menguatkan putusan PT. Lalu kami melakukan PK tapi ditolak,” sambut Sabarudin.

Baca juga :  Desa Adat Pecatu Godok Pembangunan "Gate Elektronik"

Lebih lanjut dikatakan Sabarudin, karena menilai ada unsur pidana dalam kasus tersebut, pihaknya lantas melaporkan kasus dugaan pembuatan silsilah keluarga palsu tersebut ke Polresta Denpasar pada 17 Februari 2020. “Yang kami laporkan Ni Ketut Sudriani, Ni Made Patri, I Made Rampun, I Wayan Sukaja, dan lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polresta Denpasar, AKP Nyoman Darsana yang dimintai konfirmasi mengaku masih mengecek laporan tersebut ke anggotanya. “Saya cek dulu laporannya,” ucapnya singkat. (124)

1 Komentar

  1. Terimakasih atas bantuan media. Biar kebenaran memeng benar2 di selidiki bilaperlu turun langsung kelapangan bukti dan data kami ada biar memberi suatu keputusan yg tidak transparan.. entah apa yg ada balik ini.🙏🙏🙏

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini