Bank Mandiri Sebut Debitur Belum Respons Program Relaksasi

0
37
Wakil Presiden Senior Sekretaris Bank Mandiri, Rully Setiawan (DenPost/wiradana)

Sanur, DenPost

Bank Mandiri memprediksi  ekonomi di Bali terkoreksi hingga 5,2 persen sejak kemunculan virus corona (covid-19). Namun, angka tersebut masih bertengger di 4,7 persen. Menyikapi kondisi ini, Bank Mandiri melakukan pendekatan persuasif kepada para debitur dengan menyediakan program keringanan kredit. Wakil Presiden Senior Sekretaris Bank Mandiri, Rully Setiawan, mengatakan itu Jumat (7/3/2020) di Denpasar.

“Sejak dua minggu lalu, kami ada program untuk bisa memberikan keringanan kepada debitur yang terdampak,” tegasnya.

Baca juga :  Difabel Juga Ikut Donor Darah

Keringanan tersebut, kata Rully, berupa program relaksasi seperti perpanjangan tenor, sehingga premi yang dibayarkan debitur lebih ringan. Tapi hingga saat ini belum ada debitur yang merespons program tersebut. Menurut Rully, ini menandai bahwa para debitur masih mampu bertahan.

“Bali sudah punya pengalaman sebelumnya seperti erupsi Gunung Agung, dan gempa di Lombok, jadi kita sudah siap,” bebernya.

Kendati hingga kini debitur belum juga merespons program relaksasi, dia mengatakan bahwa potensi dapat meningkat bila kasus covid-19 ini berlangsung lama. Sebagai upaya pemulihan sektor pariwisata Bali, Rully menyambut baik dan mengapresiasi langkah pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali.

Baca juga :  Lagi, SPBU di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Densel, Dirampok

Dia menilai stimulus yang diberikan pemerintah pusat kepada 10 destinasi pariwisata, salah satunya Bali, cukup membantu pemulihan. Upaya tersebut juga dinilai a semakin maksimal, mengingat Bali terus mencetuskan terobosan untuk mengundang kedatangan wisatawan. “Stimulus ini membuktikan bahwa pariwisata di Indonesia, seperti Bali, lebih terjaga, sehingga ekonomi tetap tumbuh sesuai sektornya,” pungkas Rully. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini