Usai Pesta Tuak, Buruh Proyek Sayat Leher Teman

DIAMANKAN -Tersangka penyayat leher teman, Hendrik Walu Popo (26) saat diamankan di Polres Karangasem, Senin (9/3).

Amlapura, DenPost

 

Seorang buruh proyek asal Sumba Barat, Hendrik Walu Popo (26) dijebloskan ke sel Polres Karangasem. Pasalnya tersangka menyayat leher temannya sendiri, Rangi Hukapati (20)  saat sedang tidur di sebuah bedeng proyek, di Lingkungan Jasri Kelod, Desa Subagan, Karangasem, Minggu (8/3) malam. Saat diperiksa Satuan Reserse Kriminal Polres Karangasem, tersangka mengaku tak sadar menganiaya rekan kerjanya akibat di bawah pengaruh alkohol.

 

Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP Losa Lusiano Araujo, Senin (9/3) mengungkapkan, awalnya tersangka pesta tuak besama rekan kerjanya yakni Harto, Mesak, Putro dan Bertus di dalam bedeng sambil mendengarkan musik.

Baca juga :  Mobil Jemput Pasien Resmi Beroperasi di Karangasem

“Sekitar jam 12 malam, 2 orang temannya berhenti minum dan memutuskan tidur. Sedangkan tersangka, Mesak dan korban memutuskan untuk pindah minum di luar bedeng, agar tak mengganggu temannya,” terang Lusiano.

 

Beberapa saat kemudian korban menerima telepon dan memutuskan masuk ke bedeng. Begitu pun Mesak ikut selesai minum dan ingin tidur. Karena sendiri tersangka lantas masuk ke dalam bedeng. “Tersangka lalu memutuskan untuk berbaring, namun tak bisa tidur. Ia lantas menuju ke kamar kecil untuk buang air,” lanjutnya.

Baca juga :  Dituntut Siap PTM, Sekda Sebut Beberapa Sekolah Kesulitan Air

 

Saat ke kamar kecil, tersangka melihat sebuah pisau tergeletak di dapur bedeng. Ia lantas mengambil pisau itu, bermaksud memasak sayur, karena perutnya dalam kondisi lapar. Tak menemukan sayur, ia malah pergi ke bedeng vila, dan melihat korban yang sedang tertidur pulas. “Ia lalu mendekati korban, membungkuk dari arah kanan, lalu menyayat leher  dengan pisau yang dipegang dengan menggunakan tangan kiri,” imbuh Lusiano.

 

Korban kemudian bangun kesakitan dan mendapati temannya memegang pisau dengan darah bekas sayatan. “Setelah itu tersangka langsung pergi, bermaksud mengambil tas dan kunci mobil di dalam bedeng dan ingin pergi ke Denpasar,” ucapnya. Saat akan naik ke mobil, ia dicegat Mesak, yang melarangnya berangkat karena hari telah larut malam. “Tapi saat itu, pengakuan Mesak, ia diancam dengan pisau jika melarangnya akan dibunuh,” imbuh Lusiano.

Baca juga :  Lagi Pohon Tumbang, Rusak Pelinggih, Lukai Seorang Warga

 

Korban, lantas segera melapor ke Polres Karangasem, dengan bantuan Anggota Polsek Manggis, tersangka berhasil dibekuk dan langsung di gelandang ke Polres Karangasem. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini