Terkait Warga NTT Terlibat Aksi Kriminal, Begini Kata Ketua IKB Flobamora

0
44
Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora Bali, Yusdi Diaz

Denpasar, DenPost

Belakangan ini cukup banyak warga pendatang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terlibat aksi kriminal di Bali. Terkait hal itu, Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora Bali, Yusdi Diaz, angkat bicara. Dikatakannya,  warga Bali keturunan NTT yang masuk paguyuban identitasnya jelas, baik dari daerah asalnya maupun yang sudah tinggal lama di Bali.

’’Tidak semua perantau atau pendatang asal NTT yang ada di Bali masuk paguyuban IKB Flobamora, karena mereka banyak yang bermasalah di Bali itu tidak masuk paguyuban-paguyuban yang ada.  Flobamora Bali memiliki unit keluarga besar dari 21 kabupaten dan satu kota di Provinsi NTT,’’ kata Yusdi, Selasa (10/3).

Dia menjelaskan, warga NTT yang tercatat secara resmi sebagai anggota Flobamora Bali sebanyak 10.990 orang. Sedangkan  ribuan warga NTT lainnya lagi tidak tergabung atau tidak mau dan mereka ingin bebas dan mau seenaknya tinggal di daerah Bali. Menurut Yusdi, paguyuban itu bersatu dalam IKB Flobamora dan melakukan pendataan  orang-orang yang bergabung di Flobamora agar bisa ditata prilakunya sehingga sesuai dengan semboyan ”di mana bumi dipijak di sanalah langit dijunjung”. Dikatakannya, warga NTT yang sudah masuk ikatan keluarga besar Flobamora tidak ada bermasalah dan yang bermasalah warga yang baru datang ke Bali. ”Kami sudah mengimbau kepada pemerintahnya masing-masing, bagi warganya yang merantau ke luar daerah agar mampu berdaptasi sesuai etika, adat istiadat, prilaku dengan lingkungan barunya,’’ ujar Yusdi.

Baca juga :  Covid-19 di Denpasar, 9 Pasien Sembuh dan 10 Positif

Lebih lanjut Yusdi mengemukakan, Flobamora tidka akan memberikan pendampingan kepada anggota jika terlibat tindakan kriminal. Namun, jika menyangkut harkat dan martabat dalam kasus seperti perdagangan orang dan orang Sumba sebagai buruh bangunan tidak dibayar, Flobamora dikatakannya akan tampil terdepan.  ”Kami melihat transportasi sekarang ini sangat mudah sehingga warga NTT sangat mudah bepergian ke seluruh Indonesia dan bukan di Bali saja tanpa membawa identitas kependudukan,’’ ucapnya.

Baca juga :  Rabu, Kembali Satu Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal

Dijelaskan pula, melalui unit terkait sudah empat kabupaten di Sumba melakukan perekaman KTP elektronik agar warga yang merantau memiliki identitas kependudukan.’’Sekarang ribuan warga NTT yang ada di Bali masih tercecer dan belum masuk IKB Flobamora.  Ketika mereka hidup membuat kita kesal dan kalau mereka bermasalah dan mati membuat kita susah. Seperti pepatah mengatakan nila setitik, rusak susu seblanga. Tapi masih banyak orang NTT yang tinggal di Bali yang baik-baik,’’ ucapnya.

Diungkapkan Yusdi, beberapa daerah di NTT masih banyak pembangunan dan sekolah tertinggal sehingga banyak masyarakat tidak bisa berbahasa Indonesia. Diharapkannya, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat jangan hanya mengembangkan pariwisata saja, namun bangunan sekolah agar masyarakat di sana bisa bersekolah. Karena kebanyakan anak-anak yang bermasalah dan membuat masalah di Bali kebanyakan pengembala kerbau yang dinilainya kurang bergaul. ’’Sekali lagi warga Bali keturunan NTT yang bermasalah dan membuat masalah di Bali kebanyakan tidak masuk anggota IKB Flobamora. Kalau ada anggota Flobamora bermasalah pasti kontak koordinatornya dan disampaikan kepada kita,’’ tegasnya.

Baca juga :  Berkas Perkara Kasus Jerinx SID Dikebut, Kejati Tunjuk Enam Jaksa

Yusdi Diaz mengimbau agar pemeriksaan identitas di pintu-pintu masuk seperti Pelabuhan Benoa dan Pelabuhan Padangbai diperketat. Pasalnya, banyak perempuan sebagai asisten rumah tangga (ART) diselundupkan dengan truk melalui Pelabuhan Padangbai. Bahkan, ada anak di bawah umur dibawa ke Bali untuk dijadikan ART sehingga upahnya tidak dibayar. “Tapi ada banyak warga NTT yang bermasalah dipicu karena hak-haknya tidak diberikan oleh mandor,” pungkasnya. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini