Pekerja Wisata Bahari Sebut Dampak Ekonomi Covid-19 Lebih Parah dari Bom Bali

Pekerja Wisata Bahari Sebut Dampak Ekonomi Covid-19 Lebih Parah dari Bom Bali
SEPI-Karyawan Wisata Bahari tampak duduk-duduk karena sepinya pengunjung dan berharap virus corona segera berlalu.

Kutsel, DenPost

Suasan di kawasan Nusa Dua dan Tanjung Benoa, Rabu (11/3) siang terpantau relatif sepi. Khususnya di kawasan wisata Bahari yang biasanya ramai oleh para wisatawan. Sejumlah pekerja tampak duduk-duduk bengong menghadapi situasi yang tidak menentu akibat dampak virus corona (Covid-19) yang melanda dunia. Meski situasi kian sulit dan terjepit, mereka mengaku tetap mencoba bertahan dan masih optimis badai ini akan segera berlalu.

Karyawan Basuka Watersport Tanjung Benoa, AA Putra Sugiana  mengaku menyadari betul kondisi saat ini yang terparah dibandingkan kasus-kasus sebelumnya yang sempat membuat kunjungan menurun. Bahkan kata dia boleh dibilang wisatawan yang bisa masuk saat ini hanya 25 persen. “Ini terus terang sangat kami rasakan. Apalagi saya kerja dari Gianyar kondisi ini membuat sangat susah,” ujar bapak dua anak ini dengan mimik lesu.

Baca juga :  Pacar Siswi SMP Pembuang Orok Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kalau wisatawan normal, kata Sugiana, paling tidak ada rejeki yang bisa dibawa untuk anak dan istrinya. Misalnya dari tips tamu yang puas mendapat pelayanan setelah menikmati bermain wisata air di sana. Namun sekarang sama sekali tidak ada. Ia juga berkeluh kesah dengan keadaan yang ia alami sebagai seorang perantauan. “Hidup dirantauan tentu harus membayar kost dan beberapa keperluan lainnya. Apalagi yang punya angsuran tentu akan berpikir keras untuk mengatasinya. Tapi saya masih bersyukur di tengah kondisi terpuruk ini perusahaanga Basuka Watersport belum merumahkan karyawan ataupun melakukan pengaturan jam kerja. Saya wanti-wanti ke teman-teman agar tetap semangat dan optomis mudah-mudahan kondisi ini segera berlalu,” ujarnya.

Apakah ada rencana akan pulang kampung seandainya kondisi ini belum membaik dalam bulan ini? Dia menegaskan belum berpikir untuk pulang kampung dan mengaku masih optimis virus corona ini segera berlalu.”Saya belum ingin pulang kampung dan berhenti bekerja, saya tetap berupaya bertahan dan optomis kondisi ini segera berubah,” ujarnya. Sugiana juga mengaku saat tamu sepi, ia memanfaatkan waktu luangnya dengan melakukan kegiatan bersih-bersih atau gotong royong rekan kerjanya.

Baca juga :  Dewan Badung Siap Potong Anggaran untuk Penanggulangan Covid-19

Manager Basuka Watersport Wayan Citra diminta konfirmasinya membenarkan kalau kondisi saat ini memang yang terparah dibandingkan saat penurunan tamu sebelumnya yang pernah terjadi. Bahkan kata dia lebih buruk dari dampak tragedi bom Bali.”Kalau waktu Bom Bali kami masih bisa bernafas, karena tamh tidak takut ke Bali. Tapi dampak virus ini benar-benar membuat wisatawan ketakutan untuk datang,” tegasnya.

Hal ini tidak terlepas dari pemberitaan di media sosial yang begitu gencar dan masiv. Karenanya dia berharaf kepada pengguna media sosial jangan terlalu memgapluop berlebihan tentang virus ini. Padahal dinas kesehatan sudah mensosialisikan tentang penularan dan cara antisipasi yang perlu dilakukan. (113)

Baca juga :  Usai Terima Surat PHK, Penjaga Villa Gantung Diri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini