Cegah Pelajar Berkasus, Ini yang Dilakukan Kepolisian

AKP Sulhadi (paling kanan)

Bangli, DenPost

 

Kejahatan atau pelanggaran pidana yang melibatkan oknum pelajar atau anak di bawah umur beberapa di kabupaten di Bali termasuk di Bangli memang patut disayangkan. Misalnya kasus terbaru pencurian sesari dan kasus perusakan sekolah di mana pelakunya masih berstatus pelajar SMP.

Hanya, terkait masalah ini masyarakat tidak bisa langsung menyalahkan pelakunya saja. Perlu ditelusuri secara menyeluruh pemicu dari kelakuan si anak tersebut, termasuk kondisi psikologisnya. Hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan Polres Bangli dalam memproses hukum yang pelakunya adalah anak-anak.

“Setiap kejahatan yang pelaku atau tersangkanya adalah anak di bawah umur, kami di kepolisian selalu berpatokan sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak. Kalau ancaman hukumannya di bawah tujuh tahun kami lakukan diversi, kalau di atas itu kembali melihat undang-undangnya seperti apa,” jelas Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi.

Baca juga :  19 Warganya Positif Corona, Desa Abuan Rencana Dikarantina 

Sebagai upaya mengurangi pelajar terjerumus terlibat sebagai pelaku kejahatan, pihaknya sudah melakukan berbagai hal. Misalnya mengedepankan tindakan preventif, pencegahan lewat bimbingan masyarakat (bimas) di semua sekolah dari tingkat SD hingga SMA/SMK di Bangli. “Jadi hal ini rutin kami lakukan di sekolah-sekolah secara bergilir. Tak hanya si anak, guru pun mendapat penekanan supaya lebih mengawasi dan memberikan arahan pada anak didiknya. Termasuk pula menyampaikan pada orangtua murid supaya betul-betul mengawasi anak tanpa melanggar hak asasi mereka,” katanya. (128)

Baca juga :  KUA/PPAS APBD Perubahan Disepakati Rp1,2 Triliun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini