Kematian Babi Terus Bertambah, Badung Cari Lahan Untuk Penguburan Babi secara Massal

Kematian Babi Terus Bertambah, Badung Cari Lahan Untuk Penguburan Babi secara Massal
KOORDINASI-Ketua Tim Penanganan Penyakit Babi dr I Gede Putra Suteja bersama Wabup Ketut Suiasa didampingi Kadis Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana saat Rapat Koordinasi lintas sektor penanganan virus babi di Puspem Badung.

Mangupura,DenPost

Kematian babi yang terus bertambah di Kabupaten Badung dan saat ini sudah mencapai 1.074 ekor, membuat Pemerintah Kabupaten Badung terus mengambil langkah-langkah kongkrit agar masyarakat tidak membuang bangkai babi yang mati tersebut ke sungai. Bahkan Tim Penanganan Penyakit Babi terdiri dari Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas LHK, Dinas PUPR, Satpol PP, BPKAD, dan aparat kepolisian ini pun terus berkomunikasi dengan perangkat yang ada di kecamatan maupun desa/kelurahan. Pemkab Badung tengah berupaya mencari lahan kosong untuk menjadi tempat penguburan babi secara massal.

Ketua Tim Penanganan Penyakit Babi dr I Gede Putra Suteja, Kamis (12/3) mengatakan, hal ini dalam rangka meminimalkan potensi menyebarnya penyakit ke babi yang masih sehat karena kasus kematian babi semakin meluas, sehingga perlu lahan khusus untuk penguburan babi. “Kami khawatir kalau tidak disiapkan lahan kusus untuk mengubur bangkai babi tersebut, ada masyarakat nantinya buang bangkai babi ke sungai. Begitu mendapat informasi ada kasus kematian babi, maka tim akan langsung bergerak melakukan pengambilan bangki babi dari peternak untuk dibawa ke tempat penguburan. Jadi, sifatnya tercentralisasi di satu tempat,” lanjut dr Suteja sembari menyatakan akan secara inten berkoordinasi dengan perangkat dibawah agar informasi lebih cepat didapat.

Baca juga :  Disperinaker Badung Sebut Belum ada Laporan Perusahaan PHK Karyawan

Lanjut birokrat asal Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, para peternak babi tak perlu khawatir, mengingat tidak ada biaya sepeser pun yang dibebankan alias gratis. “Kami sarankan begitu ada babi mati langsung laporkan kepada petugas, biar cepat penangananya. Kami juga sedang buatkan kajian, kita apakan peternak ini, pemerintah akan membedayakan seperti apa terhadap peternak di Badung. Ini lah tugas dari tim yang dibentuk,” tanda dr Suteja sembari menyatakan jika Tim Penanganan Penyakit Babi juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali maupun pemerintah kabupaten yang lain.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Wayan Wijana, mengungkapkan hingga saat ini kasus kematian babi di Badung sudah mencapai 1.074 ekor. “Petugas kami masih terus melakukan edukasi terutama terhadap kasus kematian baru agar tidak menyebar lebih luas dan memberi petunjuk penanganan bangkai babinya agar tidak mencemari lingkungan.Kami mengimbau peternak dapat berkoodinasi dengan Tim Penanganan Penyakit Babi. Kami tim ini juga menyediakan sarana komunikasi melalui call center 112 maupun WA gruop yang khusus menangani mitigasi akibat kematian babi,” tandasnya.(115)

Baca juga :  Niat ke Rumah Teman, Dikeroyok, Wajah Pemuda Babak-belur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini