Kunjungan Wisatawan Turun ke Badung, Disparda Akan Koreksi Target

Kunjungan Wisatawan Turun ke Badung, Disparda Akan Koreksi Target
TURUN-Kepala Disparda Badung, Made Badra bersama sejumlah pelaku pariwisata di Badung saat memberikan keterangan mengenai turunnya kunjungan wisata di Badung usali melaksanakan promosi ke Berlin, kamis (12/3).

Dampak wabah Covid-19  sudah dirasakan oleh Kabupaten Badung. Tingkat kunjungan wisatawan kini muali menurun dan hal tersebut diakui  Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung sejak Februari 2020 lalu.  Melihat kondisi seperti ini, Disparda memutuskan untuk mengoreksi target kunjungan wisatawan tahun ini.

Kepala Disparda Badung, I Made Badra, Kamis (12/3) mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan mulai terasa sejak sebulan lalu. Jika pada Januari 2020 kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 540.230 orang, bahkan melebihi dari kunjungan pada priode yang sama tahun 2019 yakni 454.101 orang, pada bulan Februari 2020 turun menjadi 361.440 orang. Malahan, lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yakni 445.083 orang. “Penurunan kunjungan wisatawan mulai dirasakan sejak bulan lalu. Pada bulan Januari masih 540.230 orang, kemudian turun pada Februari yakni hanya 361.440 orang,” ujarnya  didampingi perwakilan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), PHRI Badung, serta dari kalangan stakeholder terkait.

Baca juga :  Di Bandara Ngurah Rai, Menparekraf dan Gubernur Tinjau Ini

Lebih lanjut Birokrat asal Kuta ini mengatakan, hingga 10 Maret 2020 total kunjungan wisatawan mancanegara masih dikisaran 110.490 orang. “Jelas ini akan sangat sulit bagi kita jika kunjungan wisawatan terus menurun ke Bali, khusus ke Badung,” terangnya.

Disinggung apakah target kunjungan wisatawan tahun 2020 sebesar 6,2 juta akan dievaluasi, dengan kondisi yang terjadi sekarang, Badra belum berani memastikan. “Dampak virus corona jelas memperngaruhi kunjungan wisatawan, tapi untuk masalah target kami akan evaluasi setelah semester I (perkiraan pada Juli 2020, red),” tegasnya.

Mengingat tingkat kunjungn wisatawan mancanegara terus mengalami penurunan, membuat Dispar Badung harus putar otak, paling tidak supaya wisatawan mancanegara masih mau datang ke Bali, khususnya Badung. Salah satunya dengan tetap melakukan sales mission ke luar negeri, seperti ke Jerman dan Denmark.“Kami juga menyasar pasar domestik, paling tidak untuk tetap menggairahkan sektor pariwisata. Misalnya kami lakukan kegiatan promosi di Jakarta, kamijjuga mengajak industri. Kami juga akan lakukan promosi lanjutan di Jogja dan Manado. Tentu kami berharap mengoptimalkan dari pasar domestik, setelah potensi kehilangan dari wisatawan mancanegara. Paling tidak untuk membantu kalangan industri kita,” terangnya. (115)

Baca juga :  Antisipasi Balap Liar, Aparat Gabungan Angkut Satu Motor untuk Balapan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini