Ogoh-ogoh ST Dira Dharma Gulingan, Berbahan Ramah Lingkungan, Digarap Dua Bulan

0
63

SEKILAS ogoh-ogoh hasil karya Sekha Teruna (ST) Dira Dharma, Banjar Lebah Sari, Gulingan Mengwi, Badung, terlihat biasa-biasa saja. Namun setelah diperhatikan secara seksama, ternyata ogoh-ogoh tersebut dibuat dengan bahan hampir 95 persen ramah lingkungan.

 

 

Beberapa pemuda dan pemudi ST Dira Dharma nampak sibuk membersihkan dan menghias bale banjar, Jumat (13/3). Rupanya, mereka semua sedang bersiap-siap menyambut kedatangan tim penilai ogoh-ogoh Kabupaten Badung.

 

 

 

Ogoh-ogoh yang diberi nama Ki Kayu Curiga itu, bisa dikatakan unik. Sebab karya para pemuda di Banjar Lebah Sari itu tak memakai bahan-bahan yang tak ramah lingkungan. Seperti plastik, styrofoam dan lainnya. “Bagian luar dari ogoh-ogoh ini menggunakan anyaman bambu. Sedangkan hiasannya, memakai serabut kelapa, jagung, kacang ijo, kulit pohon,” kata kreator ogoh-ogoh tersebut Gede Ngurah Panji.

Baca juga :  Banyu Pinaruh, ABG Nyaris Tenggelam di Pantai Lebih

 

 

Karena memakai bahan-bahan dari pepohonan yang tumbuh di sekitar Desa Gulingan, Ngurah Panji mengakui jika banyak kesulitan yang dialami dalam proses pembuatan ogoh-ogoh itu. Mulai dari, membuat anyaman agar berbentuk layaknya kulit manusia, membuat topeng dengan anyaman bambu dan lainnya. “Waktu yang dihabiskan dalam pembuatan ogoh-ogoh ini sekitar dua bulan. Kalau kisaran dananya Rp 30 juta,” bebernya.

 

Baca juga :  Polisi Tembak Pencuri Motor di Mengwi

 

Tak hanya ogoh-ogoh Ki Kayu Curiga, di Banjar Lebah Sari juga ada satu lagi ogoh-ogoh yang tak kalah uniknya. Yakni ogoh-ogoh tari baris. Ogoh-ogoh tersebut menggunakan bahan baku dauh kelapa yang diulat sedemikian rupa. “Kalau ini hasil kreatifitas dari Bali Kui, yakni usaha dekorasi yang ada di Desa Gulingan,” kata Ngurah Panji.

 

 

Dikatakannya, ogoh-ogoh tari baris itu dibuat menggunakan daun kelapa, anyaman bambu untuk topeng dan ijuk dipakai rambut. “Yang sulit mendapatkan bahan bakunya. Sebab daun kelapanya didatangkan dari Jembrana. Kalau daun kelapa disini kurang bagus,” ucap Ngurah Panji. (yan)

Baca juga :  Nelayan Hilang Melaut, Tim SAR Lakukan Ini

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini