UNBK Normal, Siswa SMK Tak Ikut Dirumahkan

Renon, DenPost

 

Keputusan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar yang merumahkan siswa SD/SMP selama 16 hari ke depan, hangat dibincangkan. Ini dilakukan untuk memitigasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Berbeda dengan kebijakan itu, proses belajar di jenjang SMA/SMK tetap normal. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jaya Wibawa, Minggu (15/3).

“Siswa Pendidikan Menengah sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi, tidak ada yang belajar di rumah. Proses belajar mengajar seperti biasa di sekolah,” terangnya.

Selain itu, Ujian Nasional Berbasis Komputer yang dijadwalkan Senin (16/3) besok, tidak ada perubahan. Hanya saja, ia memutuskan bahwa praktik kerja industri (prakerin) di hotel dan restoran, berlangsung di sekolah. Kebijakan ini ditulis dalam Surat Edaran (SE) per 14 Maret 2020, Nomor: 421.5/16838/Disdikpora.

Baca juga :  BNN Ancam Jemput  Ratusan Pelanggan ‘’Apotek SS’’ di Buleleng

Kebijakan ini diambil mengingat siswa yang menjalani prakerin cenderung kontak dengan wisatawan, sehingga berisiko terjadi penularan Covid-19. “Kalaupun tetap dipaksakan, sudah tidak efektif karena hotel belakangan ini sepi,” ujar Boy.

Kata dia, guna memitigasi Covid-19, Pemerintah Pusat telah mengeluarkan Protokol Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun 2019/2020 untuk Penanganan Penyebaran COVID-19. Protokol ini harapkan dapat diikuti oleh sekolah dan siswa. (wir)

Baca juga :  Penganiaya Siswi SMA di Turnamen Futsal Ditangkap

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini