Durasi Pengarakan Ogoh-ogoh Bakal Dibatasi

0
6

Dauh Puri, DenPost

 

Memitigasi Covid-19, Majelis Madya Desa Adat Kota Denpasar mengimbau agar pengarakan ogoh-ogoh tak keluar dari batas desa. Dalam hal ini, masing-masing desa adat diberi keleluasaan untuk mengatur, apakah pengarakan akan berlasung sebatas lingkup banjar ataupun desa. Itu dikatakan Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Kota Denpasar, AA. Ketut Sudiana, Senin (16/3).

Dikatakannya, pertimbangan mengarak ogoh-ogoh hingga lingkup desa lantaran terdapat banjar yang tak memiliki wilayah. “Di lingkungan desa juga boleh, karena banyak banjar tidak punya wilayah,” ujarnya. Selain membatasi wilayah, pihaknya juga membatasi durasi pengarakan hingga pukul 23.00 wita, sesuai kesepakatan Majelis Desa Adat dan Sabha Upadesa. Apabila ada pihak yang melanggar, akan dikendalikan oleh Satpol PP.

Baca juga :  Gubernur Tinjau Protokol Tatanan Hidup Era Baru di Objek Wisata

“Termasuk kalau ada yang menggunakan sound system, akan diambil,” ujarnya. Kata dia, surat edaran berkaitan hal tersebut akan segera diteruskan kepada seluruh desa adat di Denpasar.

Sementara itu, Wakil Ketua II PHDI Bali, Pinandita Ketut Pasek Suastika mengatakan, pembahasan tahapan Nyepi tahun 2020 ini akan dibahas pada Selasa (17/3) hari ini. Ia mengajak agar umat memaklumi kondisi dengan merebaknya Covid-19, demi kebaikan dan kesehatan bersama. (wir)

Baca juga :  Seorang Pemuda Warga Lingkungan Br. Padangsari Tewas Gantung Diri

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini