Sekap dan Aniaya Mantan Pegawai, Pria Irlandia Ditetapkan Tersangka

0
34

Kereneng, DenPost

Diduga melakukan penyekapan dan penganiayaan, owner Vila Kubu Seminyak, Ciaran Francis Caulfield ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Dit. Reskrimum Polda Bali. Pria asal Irlandia itu, sebelumnya dilaporkan oleh mantan pegawainya, Ni Made Widyastuti Pramesti (44).

 

 

Akibat ulah Ciaran, yang menyekap dan menganiaya Widyastuti selama dua hari sejak 26 Desember hingga 28 Desember 2019, korban mengalami luka di sekujur tubuh. “Ciaran ditetapkan tersangka oleh penyidik pada 3 Maret 2020 lalu,” kata kuasa hukum korban, I Gusti Ngurah Artana yang dihubungi Jumat (20/3) siang.

 

 

Dilanjutkan Ngurah Artana, tersangka Ciaran yang merupakan owner Vila Kubu di Seminyak, Kuta, Badung sudah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Bali pada Rabu (18/3) lalu. Namun meski sudah dinyatakan sebagai tersangka, penyidik tidak melakukan penahanan. “Saya heran padahal tersangka ini orang asing dan bisa dengan mudah kabur ke negaranya. Tapi penyidik tidak melakukan penahanan,” tegasnya.

Baca juga :  Gugah Relawan Berdonor, PMI Sediakan Sembako

 

 

Ngurah Artana mengatakan, penyidik juga tidak mempertimbangkan perbuatan sadis yang dilakukan tersangka Ciaran terhadap korban yang merupakan pegawainya di Vila Kubu. Diceritakan, aksi penganiayaan ini berawal dari temuan penggelapan uang yang dilakukan korban Ni Made Widyastuti. Diketahui, korban asal Banjar Abian Kapas, Sumerta Kelod, Denpasar ini  menggelapkanu sekitar Rp 350 juta.

 

 

Lalu pada 26 Desember 2019 dilakukan rapat di restoran Vila Kubu yang dipimpin Ciaran sebagai Owner dan Komisaris Vila Kubu. Dalam rapat tersebut, korban Widyastuti sudah mengakui melakukan penggelapan uang dan siap mengganti. Namun Ciaran yang sudah emosi malah melakukan penganiayaan terhadap korban. Diawali dengan menggores pipi korban dengan lipstick yang sudah habis sehingga mengakibatkan luka robek. “Uang korban Rp 60 juta di dalam tas juga dirampas,” jelasnya.

Baca juga :  Dikurung di Kapal Diamond Princess, Suwirta Pastikan Warganya Sehat

 

 

 

Selanjutnya, rapat yang dilanjutkan pada hari itu juga di Vila nomer 6. Meski sudah mengakui dan siap mengembalikan uang tersebut, namun korban tak berhenti dianiaya bule Irlandia ini. Di vila nomer 6, korban kembali dipukul berulang kali di bagian punggung lalu dijambak dan diseret ke restoran yang jaraknya sekitar 75 meter. Korban tidak diperbolehkan pulang dan disekap di gudang. “Hingga keesokan harinya, sang suami membawa uang Rp 100 juta untuk mengganti uang yang digelapkan,” bebernya.

Baca juga :  Sisir Anggaran Hingga Rp86,7 Miliar, Ini 7 Kebijakan Mas Sumatri

 

 

Meski uang diterima Ciaran, namun korban tetap tidak diperbolehkan pulang dan kembali disekap dan dianiaya tersangka Ciaran hingga 28 Desember. Barulah korban diperbolehkan pulang setelah suami korban membawa uang Rp 150 juta dan sertifikat rumahnya. “Korban selama disekap itu terus dianiaya. Padahal korban sudah menyerahkan uang Rp 320 juta. Korban mengalami luka di pipi, punggung dan kaki sesuai hasil visum,” jelasnya.

 

 

Sementara Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan yang dikonfimasi belum memberikan keterangan resmi terkait penetapan status terhadap owner Vila Kubu di Seminyak, Ciaran Francis Caulfield. (yan)

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini