Pengidap Covid-19 Bertambah, Sepasang Pasutri, Satu Warga Bali

Dewa Made Indra

Renon, DenPost

 

Terkait perkembangan kasus Covid-19, Bali kembali menerima kenyataan pahit. Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, telah mengumumkan penambahan orang yang positif Covid-19 sebanyak tiga orang. Mereka adalah sepasang pasutri warga negara asing, dan seorang warga Bali. Artinya, total orang positif Covid-19 di Bali menjadi enam. Ini dikatakan dalam siaran visual pada Senin (23/3) dari Gedung Dinas Kominfos Provinsi Bali, Renon.

Baca juga :  OTG Meninggal Dunia Ditempat Karantina

“PDP (Pasien Dalam Penagawasan) enam orang, kemarin 96 sehingga jadi 102 orang. Hasil uji sampel yang sudah keluar saat ini 73 orang, hasilnya negatif. Enam orang dinyatakan positif, dengan demikian hari ini ada tambahan positif tiga orang,” terang Dewa Indra. Dari tiga orang tersebut, telah dilakukan penelusuran dan ditemukan sebanyak 69 orang. Mereka terdiri dari 47 orang yang sempat kontak dengan pasutri WNA, dan 22 orang sempat kontak dengan warga Bali.

Dewa Indra mengatakan, informasi sudah semakin mengerucut kepada masyarakat Bali. Sebelumnya, ia hanya mengatakan dua orang pengidap Covid-19 adalah WNI, namun kali ini ia menyebut WNI asal Bali. “Yang satu pulang dari luar negeri di Eropa, kongkretnya di Italia. WNI kedua tidak pernah ke luar negeri, tapi melaksanakan tugas dinas di Jakarta, tetapi sudah ada di Bali dan sudah kontak dengan orang lain, sekurang kurangnya dengan keluarganya,” terangnya.

Baca juga :  Lagi, 1 Pasien Terpapar Covid-19 di Denpasar Meninggal Dunia

Sesuai protokol komunikasi Covid-19 ini, tentu saja tidak boleh menyebutkan posisi pengidap saat ini, karena dampaknya akan sangat luas. Meski begitu, Dewa Indra mengatakan Pemprov Bali telah menghitung risikonya. “Yang terpenting adalah saya sudah tegaskan, bahwa ini adalah orang Bali, sudah cukup bagi masyarakat Bali untuk harus waspada,” ungkapnya. Ia kembali menekankan, informasi ini seharusnya sudah cukup meyakinkan masyarakat untuk menghindar. (wir)

Baca juga :  Kasusnya di Kaltim: Demi Keamanan, Korban Terpaksa Diterbangkan ke Bali

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini