Nganten dan Ngaben Tertunda Covid-19, Ini Solusi PHDI Denpasar

Ketua PHDI Denpasar, I Nyoman Kenak

Dauh Puri, DenPost

Sejumlah pasangan yang akan menjalani prosesi nganten atau menikah, tentunya akan terhambat dengan kemunculan Corona Virus Diseases (Covid-19). Ini disebabkan karena masyarakat diimbau tidak menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang. Menyikapi hal tersebut, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar, I Nyoman Kenak, menjabarkan sejumlah solusi. Pertama, apabila tidak bisa ditunda, ia menyarankan agar kegiatan dibuat sederhana.

Baca juga :  Ranperda Penyertaan Modal, Pansus IX Usulkan Ini

“Sederhana maksudnya tidak melibatkan banyak orang. Cukup mempelai dan prajuru adat dan dinas. Memang, setelah pegat-wakan sasih kedasa, memang hari baik untuk ngaben dan nganten, banyak yang mencari hari baik ini,” terangnya saat diwawancarai Jumat (27/3). Kendati begitu, ia menyarankan agar kegiatan serupa sebaiknya ditunda. Menurutnya, terdapat beberapa hari baik pada bulan berikutnya untuk melangsungkan pernikahan. Seperti Sasih Jiyestha pada akhir bulan April 2020 dan Sasih Kapat yakni pada September 2020 mendatang.

Baca juga :  Pertahankan Netralitas, Tentara Diminta Tak "Like" Paslon di Sosmed

Sementara, terkait rangkaian upacara ngaben atau pengabuan yang sifatnya tidak bisa ditunda, ia mengimbau agar masyarakat tidak menggelar dengan beriringan untuk menghindari kerumuman. “Kalaupun tidak bisa dihindari atau diundur, seperti upacara ngaben, dilakukan dengan membatasi jumlah personal yang hadir misalnya seorang prajuru banjar, beberapa orang anggota keluarga, sulinggih, pemangku dan serati,” paparnya.

Selain itu, umat diminta tetap mengedepankan unsur kebersihan diri dan lingkungan dengan menggunakan sarana kesehatan. Seperti masker, cairan sanitasi, sarung tangan. Kenak mengatakan, pihaknya terus mengedukasi masyarakat untuk mengikuti arahan Pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19 di Bali. “Bukan saja upacara manusa yadnya saja yang dibatasi. Termasuk piodalan, hanya dilaksanakan pemangku dan serati saja,” terang Kenak. (wir)

Baca juga :  Keluarga Perawat RSUP Sanglah Positif Covid-19, 78 Warga di Perum Pondok Galeria di Rapid Test

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini