Satpol PP Denpasar Amankan 11 Pengamen dari Pasuruan

Satpol PP Kota Denpasar mengamankan 11 pengamen asal Pasuruan, Kamis (2/4). Mereka sudah dipulangkan Jumat (3/4).

Sumerta, DenPost

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar mengamankan 11 pengamen asal Pasuruan, Jawa Timur (Jatim). Mereka  datang Kamis (2/4) malam lalu. Sebelas pengamen tersebut tanpa identitas dan langsung dipulangkan ke daerah asalnya sampai di Pelabuhan Ketapang, Jumat (3/4).

’’Saat kami melakukan patroli bersama anggota untuk mencegah angkringan dan rumah makan buka melewati pukul 21.00 menemukan sejumlah anak muda yang pakiannya kusam mengamen di perempatan Jl. Cokroaminoto-Jl. Gatot Subroto (Gatsu) Barat. Setelah ditanya, pengemen tersebut mengaku baru datang dari Pasuruan tanpa tujuan yang jelas,’’ kata Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga didampingi Kabid KUKM, Nyoman Sudarsana, Jumat (3/4).

Baca juga :  Denpasar Mulai Lengang

Anom Sayoga mengungkapkan, sebelum dipulangkan ke daerah asalnya Pasuruan melalui Banyuwangi, terlebih dahulu di data dan diberikan pengertian dengan adanya wabah virus Covid-19 merebak melanda dunia. Karena itu, ke 11 pengemen yang diamankan yakni Yuandika Herlambang, Muhamad Efendi, Muhamad Majid, Diana, Sevira, Nadira, Mamat, Faris, Alex, Aris, dan Ardi. Mereka langsung dipulangkan menggunakan minibus agar tidak mengganggu ketertiban, keamanan dan berkerumun di jalan yang dapat menularkan virus Covid-19. Apalagi warga dari luar betul-betul diperketat masuk Bali guna dapat memutus penyebaran virus Covid-19.

”Kami tidak proses mereka, lebih baik dipulangkan langsung ke daerah asalnya agar tidak menjadi beban kita di daerah. Melihat situasi mewabahnya virus Covid-19 semunya takut dan waswas menampung orang banyak di ruang pembinaan kantor Satpol PP,’’ ucap Anom Sayoga.

Baca juga :  Adegan Mesum Pasangan Kekasih Terekam Kamera Pengawas Polda Bali

Selain mengamankan pengamen, lanjut Anom Sayoga, pihaknya juga menutup sejumlah angkringan dan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang masih buka sampai pukul 22.00. Pemilik angkringan atau PKL diminta menutup tempat jualannya guna mengindari kerumunan banyak orang yang berbelanja. ”Kalau ada pemilik angkringan dan lapak PKL yang tidak mengindahkan imbauan dan masih tetap berjualan melawati pukul 21.00, kami akan mengambil tindakan tegas dan memproses lewat tindak pidana ringan (tipiring) ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar,’’ tegas Anom Sayoga. (103)

Baca juga :  Hak Cipta Produk Lokal Wajib Dilindungi

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini