Positif Covid-19 Bertambah, Enam Imported Case dan Dua Transmisi Lokal

Dewa Made Indra

Renon, DenPost

Kasus Covid-19 di Pulau Bali kembali meningkat. Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, tercatat penambahan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 11 orang. Mereka terdiri dari dua orang WNA dan sembilan WNI asal Bali. Sembilan WNI yang ditetapkan sebagai PDP itu terdiri dari enam orang yang datang dari luar negeri, dua orang datang dari Jakarta dan seorang karena kontak lokal. Dengan demikian, hingga saat ini terdapat 199 PDP.

 

Kasus positif di Bali juga meningkat. Delapan orang dinyatakan positif setelah sebelumnya telah menjalani Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah alat yang digunakan dengan mengambil sampel DNA. Ini disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas, Dewa Made Indra pada Senin (6/4) malam melalui siaran video. “Enam kasus imported case, yang artinya mereka terinfeksi di negara yang terjangkit. Sementara dua pasien lain terinfeksi lantaran transimisi lokal,” ujar Dewa Indra.

 

Baca juga :  KMP Tunu Pratama Jaya 3888 Kandas di Selat Bali

Namun ia enggan menjawab apakah WNI yang berstatus PDP maupun positif dengan imported case ini merupakan Pekerja Migran Indonesia asal Bali. Sebab menurutnya informasi itu bersifat sensitif, yang rentan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan bersama. Sementara, jumlah pasien yang sembuh juga mengalami peningkatan yakkni satu orang. Secara kumulatif, di Bali hingga saat ini terdapat 199 kasus PDP dan 43 kasus positif dan 19 orang yang sembuh.

Baca juga :  Korban Meninggal Kapal Tenggelam Bertambah, Tanpa Identitas dan Pakai Perhiasan

 

Dewa Indra mengatakan bahwa penambahan kasus ini menjadi catatan penting bagi kinerja Gugus Tugas pertama karena dari dua orang yang positif. Selain meningkatkan pengawasan di pintu masuk Bali, pihaknya terus menyuasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang satu diantaranya menggunakan masker dalam kegiatan sehari-hari. Sebab menurutnya, mereka yang positif lantaran tarnsmisi lokal dipastikan tidak mengindahkan protokol pencegahan Covid-19.

Baca juga :  Nelayan Ditemukan Mengambang di Pantai Sanur

 

“Dari orang yang positif ini menginfeksi orang lain dengan melalui kontak dekat karena tidak menerapkan arahan pemerintah, tidak menggunakan masker, tidak cuci tangan dengan sabun dan tidak menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Saat ini, pihaknya sedang menggencarkan ajakan agar masyarakat wajib mengenakan masker dalam aktifitas sehari-hari. Baik bagi orang yang sakit, maupun mereka yang sehat, demi keselamatan bersama. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini