Dewan Dorong Satgas Desa Adat Diberi Dana APBD

0
1
AAN Gede Widiada

Peguyangan, DenPost

Desa adat terbukti mampu mengatasi berbagai ancaman. Hal itu dikarenakan di desa adat terdapat modal sosial dan modal kultural yang bertumbuh kembang. Konsep Mpu Kuturan ini telah mampu menjawab dinamika perkembangan zaman. Terkait  dengan  sinergitas pemerintah dengan desa adat sebagai komando teritorial menangkal penyebaran virus corona (covid-19) tentu sudah dibekali regulasi.

‘’Kita berharap desa adat sebagai kekuatan infrastruktur sosial juga dialokasikan atau diberikan anggaran dari APBD Provinsi dan APBD Kota Denpasar,’’ ungkap anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar, AA Ngurah Gede Widiada, Selasa (7/4).

Baca juga :  Kadiskes Bali Bantah Ada Pekerja Migran Lolos Deteksi

Menurutnya, hal itu penting untuk cepat dapat bergerak sebagai satgas covid-19 dalam menyusun perencanaan dan program aksi yang strategis, sehingga mampu memprediksi apa yang mesti diantisipasi ke depan. Mengingat desa adat lewat banjar adat lebih paham kondisi lingkungannya, sehingga antisipasi dini cepat terdeksi.

Sosialisasi protap medis dengan penyadaran nalar ilmiah juga harus terus dilakukan. Dengan demikian, peran puskemas di masing-masing wilayah wewidangan sangat penting ikut menopang. Peranan TNI/ Polri bersama pecalang juga sangat diperlukan untuk antisipasi  keamanan dan kenyamanan warga.

Baca juga :  Di Denpasar, Kembali 13 Pasien Sembuh dan 6 Orang Positif

Menurut Widiada,  hal itu bisa dilakukan dengan pendekatan keamanan yang berbasis komunikasi dan kalau tetap membadel bisa dilakukan pendekatan memaksa. “Ini untuk keselamatan kita bersama. Semoga semua segera dapat diaplikasikan dan dikoordinasikan, sehingga secepatnya program aksi bisa dilakukan dan berjalan lancar oleh satgas covid-19 desa adat di seluruh Bali,’’ tandas Ketua Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini. (105)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini