Soal Rencana Sipeng Desa, Sekda Minta Masyarakat Santun

1
8
Dewa Made Indra

Renon, DenPost

Pro dan kontra terhadap rencana sipeng desa oleh Majelis Desa Adat Provinsi Bali ditanggapi serius Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra. Menyoal rencana ini, ia berharap agar masyarakat tetap santun dalam berpendapat.

Masyarakat diminta dapat membangun komunikasi yang baik, sehingga niat baik dari sudut pandang yang berbeda ini dapat menghasilkan keputusan yang terbaik bagi bersama. Ini ia sampaikan melalui siaran pers Selasa (7/4).

“Hindari cara berargumen atau berkomunikasi yang tidak santun. Hindari cara berkomunikasi yang menjelekkan pendapat orang lain. Kita bangun diskusi yang baik, dasar argumen yang kuat dan dalam suasana yang tenang dan damai sehingga bersama-sama kita menjaga kondusivitas Bali di tengah upaya penanganan pandemi virus Corona,” tuturnya. Kebijakan tentang Sipeng Desa bukanlah wewenang Pemerintah Provinsi Bali, namun berada di ranah MDA dan PHDI Provinsi Bali.

Baca juga :  76 Narkoba Jenis Baru Serbu Indonesia

Menyadari hal tersebut, Sekda mengatakan bahwa Pemprov Bali telah berkoordinasi bersama Ketua PHDI dan Majelis Desa Adat. “Besok (8/4), PHDI dan jajarannya akan membahas hal ini dalam Sabha Pandita. Para sulinggih akan mengkaji hal ini dari segi sastra agama,” ujarnya. Apabila sipeng desa dijalankan, kata Sekda, maka Pemprov akan memfasilitasi dengan mempertimbangkan semua aspek baik itu kesehatan, ketersediaan pangan, keamanan, dan lain lainnya.

Baca juga :  Aksi Terekam CCTV, Lima Maling Diciduk di Pemogan

Ia menambhakan, Pemprov Bali telah meminta PHDI agar apapun yang menjadi keputusan, segera disampaikan kepada pemerintah, sehingga pemerintah memilki cukup waktu untuk berkoordinasi dengan instansi pemerintah di tingkat kabupaten/kota untuk memfasilitasinya.

Apabila wacana ini disetujui, Pemerintah juga akan menginformasikan sedini mungkin, agar masyarakat dapat mempersiapkan persediaan pangan, obat-obatan dan lain-lain. (106)

1 Komentar

  1. biarlah urusan COVID19 menjadi tugas dan kewenangan gugus tugas, PHDI dan MDA ngurus krama yang lagi mengalami masalah ekonomi, biar bisa berdaya dan bertahan di tengah krisis global. Bantu krama Bali biar cepat memperoleh Bantuan sosial seperti di DKI Jkt dan daerah lainnya.
    Bila perlu mencari sponsor dan donatur untuk sembako gratis.
    Hidupkan sektor pertanian, yang selama ini diabaikan dan dianak tirikan dibandingkan dg pariwisata.

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini