Triwulan Pertama, Pendapatan Badung Baru Rp 900 Miliar

Mangupura, DenPost

Wabah Covid-19 terus membuat kemerosotan di sektor pariwisata, bahkan pendapatan Kabupaten Badung terus menurun akibat sepinya wisatawan datang ke Badung. Bahkan okupansi hotel menyentuh satu digit ada juga yang nol persen.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)/Pesedahan Agung Kabupaten Badung, I Made Sutama, Rabu (8/4) tak menampik perihal tersebut. Dari data yang terekam hingga pukul 14:25 Wita, realisasi pajak daerah Badung yang ditargetkan Rp 4.760.834.664,440 di 2020 hanya mencapai angka Rp 900.319.935,287 atau hanya tercapai 18,91 persen dari target.

Baca juga :  Kendarai Motor Saat Nyepi, Dua Pemuda Diamankan

“Angka itu terus bergerak, memang secara realisasasi jauh turun. Kondisi ini sedang kami rapatkan terkait realisasi target,” ujarnya.

Menurutnya, ia telah berupaya maksimal meningkatkan pendapatan Badung. Namun, adanya wabah Covid-19 mengakibatkan sejumlah usaha yang menjadi wajib pajak, seperti hotel, restaurant, tempat hiburan dan lainnya tutup, sehingga berdampat terhadap pendapatan Badung yang bersumber dari sektor tersebut. “Kami tidak mungkiri pendapatan Badung dominan dari PHR (Pajak Hotel dan Restauran), dengan adanya kondisi ini tentunya usaha mereka tidak bisa menghasilkan, sehingga berdampak pada pendapatan pajak,” ungkapnya.

Baca juga :  Pengarakan Ogoh-ogoh di Badung Ditiadakan

Melihat kondisi tersebut, kata Sutama, Bapenda akan berencana akan merasionalisasi target pendapatan di 2020. “Iya.. ini (rasionalisasi target) sedang dibahas berapa besaranya, jadi kami belum bisa menyebutkan berapa persen, namun yang jelas mencapai lebih dari 50 persen,” tegasnya.

Dijelaskan, pandemi Covid-19 telah mempengaruhi semua sektor pendapatan Kabupaten Badung di 2020. Seperti halnya pajak hotel yang ditargetkan Rp 2.700.053.883.601,6 hanya tercapai Rp 568.351.435.037,52. Sedangkan, pajak restoran yang ditargetkan Rp 840.858.085.471,68 baru terealisasi Rp 179.180.339.299,77. Kondisi serupa juga terlihat pada realisasi pajak hiburan yang ditargetkan Rp 125.944.223.924 hanya terealisasi Rp 28.337.884.417. “Angka yang kami sampaikan ini per Rabu, tentunya akan terus meningkat, walau tidak signifikan,” terangnya. (115)

Baca juga :  BMKG Prediksikan April - Mei Mulai Musim Kemarau

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini