Harga Masker Kain Diharap Berskala Industri Rumahan

MASKER KAIN – Masker kain kini banyak beredar di masyarakat. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali mengimbau para penjual masker kain agar menyesuaikan harga dengan skala home industri (industri rumahan).

Renon, DenPost

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Wayan Jarta, mengimbau para penjual masker kain agar menyesuaikan harga dengan skala home industri (industri rumahan). Ini bertujuan agar persaingan antarpelaku bisnis tetap sehat, mengingat harga masker kain saat ini sangat beragam. Bagi pengusaha besar, tentunya akan memasang harga yang relatif lebih murah dibandingkan pengusaha industri rumahan.

“Ini membantu UKM, dan membantu masyarakat supaya mendapatkan masker. Sekarang, masker non-medis (kain) itu kadang-kadang saya lihat (harga) sampai Rp10.000, ada Rp9.000. Tolonglah, dalam kondisi ini para produsen dan penjual bergotong-royong,” terangnya saat diwawancarai Kamis (9/4) melalui telepon. Gotong-royong yang ia maksud, dengan tetap memperhatikan agar produsen dan penjual masker tidak rugi.

Baca juga :  Jenazah Korban Tenggelam Diaben di Setra Mendoyo Dauh Tukad

Kata dia, penentuan harga skala industri rumahan itu sebaiknya mengacu kepada kemampuan produksi industri rumahan. “Yang lapisan lainnya double, yang bisa isi tisu itu, paling tidak Rp5.000 atau Rp5.500. Tidak menutup kemungkinan sampai Rp6.500, ini tergantung bahan kainnya juga,” papar Jarta. Ia menegaskan, Disperindag tidak di posisi menentukan standar harga masker kain ini, namun dikembalikan kepada produsen.

Dirinya hanya mengkoordinir para produsen untuk memudahkan apabila ada pihak yang membutuhkan dalam jumlah banyak, termasuk kebutuhan pemerintah. Selama ini, para penjual juga telah memasarkan produk di berbagai lokasi, seperti pasar dan pusat perbelanjaan. Jarta menjelaskan, aksi ini telah dilakukan sejak dua minggu, sebelum pemerintah merekomendasikan masker kain sebagai pencegahan penularan Covid-19.

Baca juga :  Dikeroyok, Pasangan Kekasih Dilarikan ke RSUP Sanglah

“Ternyata benar, Pak Sekda mengimbau agar pegawai di Pemprov menyumbang masker, yang disalurkan oleh Dinas  Pemajuan Masyarakat. Ketika kita membutuhkan dalam jumlah banyak, pasti akan ramai, kalau tidak kita kendalikan kan bisa liar,” terangnya. Dengan adanya produsen yang telah melaporkan diri ke Disperindag, maka Pemerintah maupun pihak lain tidak kesulitan untuk menemukan. Dikatakannya, saat ini terdapat hampir 60 produsen yang melaporkan diri siap memproduksi masker kain.  (106)

Baca juga :  Di Denpasar, Perwira TNI Meninggal Akibat Covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini