5.279 KPM di Badung Berhak Menerima Kartu Sembako

RAPAT - Wabup Suiasa menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Pelaksanaan Pendistribusian Kartu Bantuan Sembako di Kantor Cabang Utama Bank BNI, Jalan Raya Puputan Renon Denpasar, Kamis (9/4).

Mangupura, DenPost

 

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Pelaksanaan Pendistribusian Kartu Bantuan Sembako yang difasilitasi anggota DPR RI Komisi VIII, IGN Alit Kesuma Kelakan, di Kantor Cabang Utama Bank BNI, Jalan Raya Puputan Renon Denpasar, Kamis (9/4). Turut hadir pada kesempatan tersebut anggota Komisi I DPRD Bali, I Made Supartha, Pimpinan BNI Kanwil Denpasar beserta jajaran, Kadis Sosial Badung, I Ketut Sudarsana dan Kabag Humas Made Suardita.

Dalam rapat tersebut terungkap Kartu Sembako merupakan 1 dari 6 Paket Bantuan Pemerintah kebijakan Presiden Jokowi yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam masa pandemi akibat virus covid-19. Keenam bantuan tersebut antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, Diskon dan Gratis Tarif Listrik, Antisipasi Kebutuhan Pokok dan Operasi Pasar dan Logistik serta Keringanan Pembayaran Kredit.

BNI sebagai salah satu fasilitator distribusi Kartu Sembako bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan pendistribusian Kartu Sembako ke empat Kabupaten/Kota di Bali salah satunya Kabupaten Badung. Di Badung, ada 5.279 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Sementera Gianyar 3.534 KPM, Tabanan 11.839 KPM dan Jembrana 6.519 KPM.

Baca juga :  Giri Prasta Harus Kerja Keras untuk Capai Ini

Yang menjadi titik berat pembahasan adalah bagaimana BNI bersama Pemerintah dan segenap pemangku terkait mengatur teknis pendistribusian Kartu Sembako tersebut dalam situasi pandemi virus corona saat ini. Beberapa hal teknis dalam pendistribusian kartu ini mensyaratkan kehadiran langsung secara fisik KPM dan beberapa komponen distributor dari elemen pemerintah daerah, sehingga BNI dalam pelaksanaan distribusinya akan terkesan kontradiksi dengan kebijakan dan imbauan social distancing dan physical distancing yang berlaku saat ini.

Untuk itu, krusial bagi pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan membangun komunikasi yang baik kepada media massa untuk membangun pandangan yang sama, bahwa terlepas dari dilema distribusi yang terjadi, bantuan ini merupakan iktikad Pemerintah dalam meringankan beban masyarakatnya akibat pandemi virus corona. Karenanya bantuan Kartu Sembako ini harus sampai kepada masyarakat secara tepat sasaran.

Baca juga :  Karantina Desa Bondalem akan Berakhir, BST dan BLT-DD Segera Disalurkan

Beberapa hal yang menjadi penekanan dalam rapat tersebut di antaranya daftar KPM untuk Bantuan Kartu Sembako disusun oleh Kementerian Kesehatan RI. Database ini kemudian dikirimkan ke BNI Pusat di Jakarta yang kemudian pelaksanaan distribusi di masing-masing daerah diserahkan ke kantor cabang BNI di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota.

Database KPM dari Kementerian Kesehatan ini oleh BNI Cabang Provinsi dan Kabupaten/Kota dilakukan validasi data dengan bekerjasama dengan Dinas Sosial masing-masing kabupaten/kota.
Database KPM dari Kemenkes bersifat final/tidak dapat ditambahkan.

Pengurangan jumlah KPM hanya diperbolehkan akibat perubahan (kematian, perpindahan, dll) dalam proses validasi data di kabupaten/kota.

Baca juga :  Kolaborasi BRI- Investree dan Modal Rakyat Hadirkan Layanan Digital Peer to Peer Lending

Dalam proses distribusi, BNI mempermudah persyaratan pengisian formulir yang biasanya dilakukan dengan formulir lengkap, dipermudah dengan hanya mengisi/melengkapi 3 data yaitu : Nama Pemohon, Nama Ibu Kandung Pemohon dan tanda tangan pemohon (beserta melampiri fotocopy KTP dan menunjukan KTP asli). Proses tersebut juga dipermudah dengan pemanfaatan IT dalam mekanisme burekol (Buka Rekening Kolektif) yang diharapkan dapat menghemat waktu menjadi 2 menit per KPM, sehingga mengurangi potensi berkumpulnya orang banyak dalam waktu yang lama.

Distribusi Kartu Sembako ini diberi batas waktu paling lambat tanggal 25 April – 30 April 2020. Nantinya masyarakat dapat memanfaatkan Kartu Sembakonya untuk ditukarkan di e-Kios yang ditetapkan oleh BNI.

Sementara itu Wabup Suiasa mengatakan, sisa waktu yang ada ini agar dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga pendistribusian kartu ini sesuai dengan waktu yang ditentukan.(a/115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini