Cegah Sumber Risiko Baru, Tonja Minta PMI Tak Pulang Dulu

BWNDESA - Jero Bendesa Adat Tonja bersama anggota Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Tonja.

Tonja, DenPost

Desa Adat Tonja saat ini menutup diri terhadap kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tonja, yang hendak pulang kampung. Ini dilakukan guna mencegah potensi penularan dari sumber risiko baru, serta mencegah potensi persoalan sosial yang dampaknya lebih luas dari kedatangan PMI tersebut. Ini diakui Jero Bendesa Adat Tonja, Jero Mangku Made Budiasa saat dijumpai pada Minggu (12/4) siang. Kata dia, kebijakan ini sangat dipatuhi oleh PMI asal Tonja.

Selain menekan penyebaran Covid-19 dari sumber risiko baru, kata dia, ini juga berkorelasi terhadap tingginya biaya perjalanan pulang ke Bali. “Kebetulan juga sepupu saya, masih di Amerika kita tidak suruh pulang. Untuk pulang pun transportnya mahal, Rp72 juta one way (sekali jalan). Biasanya two way (bolak balik) Rp70 jutaan. Walaupun mereka negatif terhadap Covid-19,” ungkapnya. Saat ini, PMI asal Tonja tercatat mencapai puluhan dan dalam kondisi sehat.

Baca juga :  Harumkan Bali Lewat Prestasi Nasional, Mantan Atlet Angkat Berat dan Binaraga Rai Supartha Tutup Usia

Menurut Jero Bendesa, tetap berada di luar negeri selama pandemi covid-19 ini lebih baik, daripada mereka pulang ke Bali dan disinyalir terjangkit covid-19. Apabila pulang kampung, mereka harus melalui protokol pencegahan covid-19 dengan melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. “Karantina itu menyulitkan katanya, menjauhkan dari keluarga, jaga jarak, padahal dia negatif,” terangnya. Keberadaan para PMI juga kerap memicu kecemasan bagi warga setempat.

Kendati begitu, pihaknya telah melakukan edukasi tentang covid-19 kepada masyarakat. “Hati-hati itu harus, waspada itu harus. Tapi, apa ciri-ciri orang terpapar covid-19, itu yang harus kita pelajari. Supaya tidak menjadi sugesti kita, nanti terdampak semuanya,” ujar Jero Bendesa. Dari puluhan PMI, ia mengatakan hanya satu warga asal Banjar Tatasan Klod, yang telah pulang kampung dan telah menuntaskan karantina mandiri dengan disiplin.

Baca juga :  Mantan Wabup Karangasem Dikabarkan Siap Bergabung ke Gerindra

Hingga saat ini, warga tersebut dalam kondisi sehat dan baik-baik. Terhadap warga Tonja lainnya yang bekerja di luar negeri, Jero Bendesa telah melakukan komunikasi secara berkesinambungan untuk mengetahui kondisi warganya di luar negeri. Informasi sebelumnya, Tonja merupakan satu di antara 10 Desa Adat di Kota Denpasar yang ditetapkan sebagai zona merah covid-19. Dari peta sebaran Kota Denpasar, di Desa Adat Tonja terdata dua warga yang positif covid-19. (106)

Baca juga :  Manajemen Harris Hotel Serahkan Bantuan APD ke PWI Provinsi Bali

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini