Jasad Orok Membusuk di Tumpukan Sampah Dekat Perumahan Elit

Petugas Polsek Kutsel membawa jazad orok yang ditemukan di lingkungan Perumahan Tarumas Kampial ke RSUP Sanglah.

Kuta Selatan, DenPost

Masyarakat di Perumahan Tarumas Kampial, Jalan Palapa, Benoa, Kuta Selatan, digemparkan dengan penemuan jasad orok, Sabtu (11/4) sekitar pukul 19.00. Awalnya orang di lingkungan itu sempat mengira, bau busuk dari lahan kosong samping perumahan adalah bangkai hewan. Namun setelah dicek, ternyata warga melihat kaki bayi yang dikerumuni lalat di tumpukan sampah.

Kapolsek Kuta Selatan, AKP Yusak Agustinus Sooai mengatakan, warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku mencium bau busuk sejak seminggu terakhir. Sumber bau dari tumpukan sampah di tanah kosong di samping perumahan. “Awalnya diduga bangkai hewan yang membusuk. Hingga warga bermaksud membakar tumpukan sampah untuk menghilangkan bau tersebut,” ucap AKP Yusak saat dihuhungi melalui ponselnya, Minggu (12/4).

Baca juga :  Pengusaha di Bandara Ngurah Rai Mulai Terdampak

Lalu pada Sabtu sekitar pukul 19.00, beberapa orang lantas mulai membakar tumpukan sampah tersebut. Ternyata bau busuk kian menyekat. Lalu salah satu warga, Gede Ariana (34) berinisiatif mengorek-ngorek tumpukan sampah untuk mengetahui sumber bau. “Dia (Gede Ariana) melihat bungkusan dari kain warna merah secara samar-samar karena saat itu hari sudah gelap. Dan dia terkejut melihat isi dalam bungkusan,” kata AKP Yusak.

Gede Ariana melihat paha dan kaki bayi yang keluar dari bungkusan. Dan saat ditemukan di atas kain dikerumuni banyak lalat. Gede Ariana lantas memadamkan api dan melapor ke Kepala RT Perumahan Tarumas Kampial. “Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan,” beber perwira polisi kelahiran Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.

Baca juga :  Tewas Sesak Nafas, Jenazah Pria Paruh Baya Dievakuasi Petugas Berpakaian APD

Setelah menerima informasi dari Kepala RT Perumahan Tarumas Kampial, polisi lantas melakukan olah TKP dan mengevakuasi jazad orok itu ke RSUP Sanglah. Selain itu, polisi juga memburu pelaku pembuang orok tersebut. “Dari keterangan warga, bungkusan kain merah itu sudah ada sejak dua hari lalu. Kami memperkirakan orok itu dibuang sekitar seminggu lalu,” tegas AKP Yusak, seraya menambahkan jika jenis kelamin jasad orok itu belum diketahui karena membusuk. (yan)

Baca juga :  Pakai HP Curian, Pedagang Janur "Ngeling" Ketika Ditangkap Polisi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini