Pascadigerebek Warga, Gede As Dikenakan Sanksi Macaru dan Wajib Lapor

Siswi SMP Dicabuli Sopir Dokar
ilustrasi

Samarapura, DenPost

Setelah digerebek warga di rumah seorang wanita yang sudah punya suami dan anak, Gede As (27), pria asal Jembrana dikenakan sanksi adat oleh pihak prajuru di Br. Lebah, Kelurahan Semarapura Klod Kangin. Sanksi adat yang dijatuhi berupa macaru yang akan digelar pada Selasa (14/4) besok. Selain mecaru, Gede As yang ketangkap basah di rumah Ni Putu S (26) ini juga dikenakan wajib lapor ke Polsek Klungkung.

Kapolsek Klungkung, Kompol Nyoman Suparta, ketika dimintai konfirmasi mengatakan, kasus tersebut bersifat delik aduan. Yang berhak mengajukan keberatan atau menuntut adalah suami Ni Putu S. Sementara suami Ni Putu S tiga bulan lagi baru datang karena masih kerja di kapal tangker. “Untuk saat ini demi pertimbangan keamanan, yang perempuan dititip sama keluarganya. Sedangkan yang laki-laki dititip sama bos tempatnya bekerja sebagai sales di Gianyar,” ungkapnya.

Baca juga :  Puluhan Pelamar Nakes di RSUD Klungkung ‘’Rontok’’

Suparta juga membenarkan Gede As mengakui keduanya mendapat sanksi adat berupa macaru dari prajuru setempat. Hanya saja Kapolsek mengatakan hal itu ranah dari Desa Adat setempat. “Informasinya seperti itu, tapi itu ranah Desa Adat setempat. Kalau ada perceraian dan pembagian harta gono gini, kami sarankan untuk rembug keluarga di luar polsek,” terangnya.

Sementara itu, menurut  informasi di lapangan, Gede As dikenakan sanksi macaru abrumbunan, Selasa besok. Macaru dilakukan di dua tempat yakni di rumah yang perempuan dan di banjar. “Rencananya besok (Selasa) upacara macarunya. Upacara macarunya abrumbunan dan dilakukan di banjar dan di rumah yang perempuan,” ujar salah seorang warga Banjar Lebah yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca juga :  Mengaku Bisa Bantu Jadi Pegawai PDAM, Karyawan BUMD Gasak Ratusan Juta Rupiah

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, I Gede As digerebek warga ketika berada di rumah Ni Putu S Jumat (10/4) sekitar pukul 02.00 Wita. Penggerebekan berawal ketika warga  mencurigai adanya sepeda motor yang melintas dan berhenti di rumah Ni Putu S pada tengah malam. Keduanya kepergok berduaan di kamar.  (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini