SKB Bangli Tak Layak Jadi Tempat Karantina, Pemkab Masih Rapat Bersama

TAK LAYAK - Gedung SKB yang dinilai tak layak pakai untuk karantina PMI.

Bangli, DenPost

Pemerintah Kabupaten Bangli masih melakukan persiapan terkait penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bangli yang sudah dipulangkan. Mulai dari menyiapkan tempat karantina khusus, anggaran termasuk bagaimana proses penjemputan dari bandara, BLK Provinsi atau dari tempat isolasi di Denpasar.

Bupati Bangli, I Made Gianyar selaku Ketua Gugus Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bangli menerangkan, awalnya alternatif tempat karantina PMI ada dua. Satu Gedung SKB di Kayuambua, Susut dan satu lagi di salah satu gedung atau ruangan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali yang berada di Bangli. Hanya saja setelah di cek ke SKB, dinilai gedung tersebut tak layak pakai bagi PMI apalagi untuk karantina. Sementara untuk di RSJ, kabarnya sedikit ada kendala. Terkait hal ini Made Gianyar, Rabu (15/4) mengaku kembali melakukan rapat bersama tim. “Pertemuannya masih berjalan, nanti dikabari terkait hasilnya bagaimana,” ujarnya.

Baca juga :  Hasil Rapid Test, 443 Warga Serokadan Reaktif

Sementara disinggung mengenai kesiapan lain, Bupati dua periode ini menegaskan untuk penanganan covid-19 secara total di Bangli telah dialokasikan anggaran mencapai Rp33 miliar. Rp4 miliar di antaranya khusus digunakan untuk penanganan PMI yang baru datang. Baik penjemputan hingga proses karantina nanti. “Untuk penjemputan, nanti kami siapkan dari Dishub,” sebutnya tanpa merinci secara jelas angkutan yang disiapkan. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini