Ratusan Warga Kuta Utara Pilih Karantina Mandiri

CEK HOTEL - Camat Kuta Utara Putu Eka Permana saat melakukan pengecekan hotel untuk karantina di Kuta Utara.

Mangupura, DenPost

Ratusan warga Kecamatan Kuta Utara, Badung memilih melakukan karantina secara mandiri setelah pulang dari luar daerah maupun luar negeri. Warga yang dominan baru pulang sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini melakukan karantina dengan ongkos sendiri di sejumlah hotel dan penginapan yang berbeda-beda.

Berdasarkan data Kecamatan Kuta Utara, Selasa (15/4), total ada 232 orang yang melakukan karantina mandiri. Rincianya, 141 orang PMI dan 91 orang dalam negeri. Dari jumlah tersebut, warga Desa Dalung paling banyak melakukan isolasi mandiri, yakni dengan 106 orang. Kemudian disusul warga Kelurahan Kerobokan Kaja 75 orang, terus masing-masing 16 dari Desa Canggu dan Desa Tibubeneng , 10 dari Kelurahan Kerobokan dan 9 dari Kelurahan Kerobokan Kelod. Saat ini sudah ada 28 orang melakukan karantina lebih dari 14 hari.

Baca juga :  Pemerintah Mesti Perjuangkan Dana ke Pusat untuk Ini

Camat Kuta Utara, Putu Eka Permana, Rabu (15/4) menjelaskan, 232 orang warga Kuta Utara ini melakukan karantina dengan biaya sendiri. “Sebagian besar PMI. Mereka ada yang tinggal di hotel, penginapan dan di rumah sendiri. Artinya, biar masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya tidak resah, mereka dengan kesadaran sendiri melakukan karantina secara mandiri. Dan itu kami awasi terus,” ujarnya.

Khusus yang tinggal di hotel, lanjut Eka Permana, ada dua hotel di wilayah Dalung yang menjadi tempat karantina mandiri. Nah, hotel ini semua diawasi protokol kesehatannya oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Badung. “Tadi kami sudah cek. Satu hotel sudah siap dengan protokol kesehatan Covid-19, sedangkan hotel yang lagi satu sudah kita sarankan agar mengikuti,” kata Eka Permana.

Baca juga :  Bandara Siapkan Layanan Rapid Test Antigen, Harganya Segini

Eka Permana mengakui cukup banyak warganya yang memiliki riwayat ke luar negeri dan ke luar daerah. “Lumayan banyak warga kami yang dari luar negeri. Informasi yang kami terima, besok ada lagi PMI yang datang. Nah, itu kami sarankan ke karantina milik pemerintah kabupaten dulu,” tandasnya. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini