Soal Penolakan Bersandar Boat Pengangkut Pasien, Begini Klarifikasi Bendesa Adat Padangbai

DARURAT - Sebuah boat cepat dengan mengangkut penumpang asal Nusa Penida berhasil bersandar dengan darurat di pelabuhan Br. Bias, Kusamba, Jumat (17/4) petang.

Amlapura, DenPost

Bendesa Adat Padangbai, I Komang Nuriada, menyampaikan klarifikasi terkait ditolaknya boat pengangkut pasien asal Nusa Penida bersandar di Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem, Jumat (17/4). Begitu berita tersebut viral di media sosial, Nuriada langsung memberikan klarifikasi di akun media sosial facebook atas nama Komang Nuriada.

Dalam klarifikasinya Nuriada membantah warga Padangbai menolak pasien yang diangkut boat bersandar di Pelabuhan Padangbai.

Kepada Sameton Nusa Penida sane wangiang tityang,_ Izinkan tityang menyampaikan kronologi sekaligus klarifikasi berita “Penolakan Penurunan Pasien dari Nusa Penida di Padangbai” yang viral di medsos, sebagai berikut.

1. Sekitar pukul 17.30 Wita tiba2 ada boat cepat langsung merapat di Dermaga Rakyat Padangbai tanpa ada komunikasi ataupun koordinasi terlebih dahulu dgn pihak KSOP Padangbai. 

2. Saat itu ada warga yg kebetulan melihat boat tsb sandar. Warga langsung menanyakan kpd crew boat tentang kedatangannya karena semua crew boat menggunakan APD lengkap penanganan Covid 19. 

3. Setelah dijelaskan bahwa boat membawa pasien dr Nusa Penida, kemudian berselang beberapa menit datang sebuah ambulance dan paramedis yg juga menggunakan APD lengkap. Karena itu  warga Padangbai menanyakan kpd sopir ambulan, “Pak, kenapa pasien tidak diturunkan di Kusamba, kan lebih dekat dng RS Klungkung?” 

Dijawab, “Kemungkinan di Kusamba ditolak.”  

4. Mendengar jawaban demikiab, sontak saat itu warga jadi khawatir dan meminta agar pasien jangan dulu diturunkan karena perlu standar prosedur kesehatan. 

5. Warga Padangbai lantas segera menghubungi Ketua Satgas Gotong Royong Covid 19 Padangbai. Setelah Ketua Satgas datang dan berkomunikasi, boat diminta agar mengapung dulu sementara, karena kondisi saat itu warga merasa resah. 

6. Ketua Satgas segera berkordinasi dng pihak KSOP dan Kesehatan Pelabuhan agar  bs dibantu untuk penanganan pasien trsb sesuai protokol penanganan pasien terduga Covid 19. 

7. Kurang lbh 20 mnt, setelah sepakat boat tersebut maunya disandarkan ke Pelabuhan Ferry agar dpt tertangani langsung dng peralatan/protokoler yg telah lengkap yg ada di Kesehatan Pelabuhan Padangbai, tetapi ternyata boat tersebut sudah langsung balik arah dan pergi meninggalkan Pelabuhan Padangbai. 

8. Kami dr Desa Padangbai TIDAK PERNAH MENOLAK pasien trsb diturunkan untuk segera mendapat pertolongan, akan tetapi dng situasi dan kondisi saat ini dan tidak adanya informasi serta kordinasi kedatangan pasien trsb, maka terjadilah penundaan penurunan pasien tersebut. Kami selaku Bandesa dan Satgas Pencegahan Covid 19 Padangbai mohon maaf apabila terjadi hal yg tdk berkenan kpd warga Nusa Penida, khususnya keluarga pasien. 

Semoga ke depan hal seperti ini bs dikomunikasikan dan dikordinasikan terlebih dahulu shg kami bs membantu dan mempersiapkan penanganan secara cepat dan tepat.

Padangbai, 17 April 2020

Salam hormat kami,

Bendesa Adat Padangbai,
I KOMANG NURIADA

Bersama Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid 19 Desa Adat Padangbai.
Suksma 🙏🙏🙏” tulisnya.

Sebelumnya, salah seorang warga Kutampi, Nusa Penida, D (5)mengalami panas badan yang tinggi dan harus diopname di RS Gema Shanti Nusa Penida. Dari hasil tes lab, pasien  tidak mengalami gejala DB serta hasil rapid test juga negatif. Namun  karena suhu tubuh tidak kunjung turun maka harus dirujuk ke RSUD Klungkung.

Baca juga :  Ratusan Tabung Ditemukan Mengambang di Lokasi Tenggelam KMP Dharma Rucita III

Sebuah boat cepat kemudian mengangkut pasien tersebut dan berlabuh secara darurat di pelabuhan Br. Bias, Desa Kusamba, Dawan, Klungkung, Jumat (17/4) petang. Kondisi ini terjadi setelah boat yang mengangkut pasien dan petugas medis ini dikabarkan ditolak warga berlabuh di Pelabuhan Padangbai, Karangasem.

 

Sementara Bupati Suwirta  langsung terjun ke pelabuhan Br Bias setelah mendengar adanya warga dari Nusa Penida yang memerlukan bantuan penanganan medis dengan gejala sesak nafas untuk dirawat di RSUD Klungkung, di saat pelabuhan Kusamba tutup. Sampai di pelabuhan Br. Bias, Suwirta langsung bersyukur boat berlabuh dengan selamat.

Baca juga :  Umat Hindu Ramai Tangkil ke Pura Besakih, Bendesa Pastikan Sarana Prokes Tersedia

 

Suwirta bahkan memuji  kerjasama yang dilakukan masyarakat Kusamba yang dengan tulus membantu masyarakat Nusa Penida yang memerlukan bantuan medis. “Bayangkan jika tidak ada masyarakat Kusamba yang membantu proses bersandar perahu boat, karena ditolak ketika akan bersandar di Pelabuhan Padangbai,” ujar Suwirta. (tim dp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini