Mas Sumatri Minta Maaf Kepada Bupati dan Seluruh Masyarakat Klungkung

5
500
Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri

Amlapura, DenPost

Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri bereaksi atas kasus penolakan warga Nusa Penida yang bersandar di Pelabuhan Padang Bai. Lewat rilis resminya, Sabtu (18/4) pagi, ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat Klungkung dan berencana akan segera menemui Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta untuk menyampaikan permohonan tersebut.

“Kepada Bupati Klungkung dan Rakyat Klungkung, terkhusus keluarga pasien,  saya atas nama Pemkab Karangasem dan rakyat Karangasem mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian Padang Bai. Kami masih segar dalam ingatan bagaimana sikap tulus dan total rakyat Klungkung membantu warga Karangasem saat erupsi Gunung Agung. Karena itu tidak seharusnya kejadian Padang Bai terjadi. Sekali lagi kami mohon maaf dan persaudaraan rakyat Karangasem dan Klungkung hendaknya tetap terbangun baik,” ungkap Mas Sumatri.

Baca juga :  Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Bebandem

Ia berkomitmen kepada seluruh masyarakat, bahwa kasus Padang Bai diharapkan menjadi kasus yang  terakhir. Jika masih terjadi penolakan serupa, ia tak segan akan mendorong aparat keamanan untuk mengambil tindakan tegas sesuai UU No 6 Tahun 2018. Di dalamnya berisikan pihak-pihak yang menghalangi upaya-upaya pencegahan dan karantina kesehatan diancam pidana penjara dan denda. ” Wabah Covid adalah wabah global. Bukan hanya dialami rakyat Karangasem, oleh karena itu kebersamaan, dan solidaritas sosial atas dasar empati kemanusiaan harus menjadi dasar perlawanan kita utk mencegah Covid 19,” pungkasnya. (yun)

Baca juga :  Lagi, Pendaki Tersesat di Gunung Adeng

5 Komnentar

  1. Perlu dicari tahu apa itu bener masyarakatnya yg menolak apa ada oknum yg memprovokasi kejadian itu. Klu memang benar masyarakatnya yg spontan menolak maka sangat miris skl masyarakat padangbay adh kehilangan rasa kemanusiaannya.

  2. Kami atas nama keluarga pasien yang ditolak berlabuh dipelabuhan padang bay kemarin..sangat berharap sekali kepada yang terhormat IBU BUPATI untuk bisa menindak lajuti permasalahan ini lebih lanjut agar tidak jadi konflik dikemudian hari itu harapan kami sekeluarga.terima kasih

  3. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran berharga dari kejadian tersebut.
    Mohon juga diingat bahwa alam semesta akan terus menjalankan eksperimennya mensupport kelestariannya dan akan memastikan untuk memusnahkan spesies yang tidak mensupportnya. Pada jaman dwapara yuga, bagaimana alam semesta membinasakan spesies manusia (Wangsa Bharata) yang tidak mendukung kelestarian alam dan Brahman Yang Agung (Khrisna) turun langsung mengawasi pelaksanaan eksperimen alam semesta tersebut.
    All good to everyone and no good to no one. OM Ano Badrah Kratawo Yantu Visvatah.

    Namaaste, Jai Guru Dev, Radhe…Radhe…Radhe

  4. Sebagai manusia yg beragama dan beradab tentunya kita tetap bersatu dalam kesatuan negara republik indonesia.apalagi kita masih dalam ruang lingkup satu teritorial yg mestinya lebih bisa mempererat persatuan menyame beraya.marilh kit saling mendukung dalam menghadapi pandemi covid-19 saat ini sedang melanda Indonesia,mari bangkit bersama dan lupakan segala perseteruan yg pernah ada.marilah bersatu dan ikuti himbauan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran covid-19.suksme

  5. Langkah Ibu Bupati Karangasem sangat baik dan harus diapresiasi oleh seluruh rakyat karangasem, Gerakan kemanusiaan harus mnjadi nomor satu dalm situasi seperti ini. Masyarakat dan semua tokoh masyarakat hendaknya berperan aktif untuk memberi pencerahan dan pemahaman ttg apa dan bagaimna karakter dari virus covid 19. sehingga tdk membabi buta menolak upaya pemerintah dlm usaha penyelamatan kita semua.

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini