Penyertaan Modal Urung Disalurkan, Begini Respons BPD Bali

0
13
KOORDINASI - Dirut BPD (nomor tiga dari kiri) bersama jajaran saat menggelar koordinasi beberapa bulan lalu.

Renon, DenPost

Gubernur Bali, Wayan Koster telah mengumumkan anggaran yang disiapkan untuk membiayai kepentingan percepatan penanganan virus corona di Bali. Anggarannya mencapai Rp756 miliar, yang bersumber dari tiga program belanja.  Belanja Tidak Langsung sebesar Rp19 Miliar, Belanja Langsung dan sebesar Rp687 Miliar dan penyertaan modal Rp50 Miliar. Penyertaan modal sebesar Rp50 juta tadi, rencananya akan diarahkan ke Bank Pembangunan Daerah Bali.

“Sebenarnya Provinsi Bali berencana menambah penyertaan modal di BPD Bali sebesar Rp50 Miliar. Karena ada peristiwa ini, maka rencana tersebut ditunda, karena anggarannya dipakai untuk penanganan Covid-19,” ujar Koster melalui keterangan pers Kamis (23/4/2020).

Baca juga :  Diduga Terpapar dari Suami, Ibu Hamil di Denpasar Positif Covid-19

Menyikapi hal tadi, Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Bali, Nyoman Sudharma, mengaku legowo. Kata Sudharma, pihaknya sangat memahami alasan yang melandasi kebijakan pemerintah. “Kalau untuk kepentingan rakyat di saat seperti ini, kami memahami hal tersebut,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat (24/4/2020) melalui pesan jejaring. Kendati penyertaan modal diurungkan sementara, kondisi ini dinilai tidak berdampak signifikan terhadap operasional bank. Hal tersebut dikarenakan Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal BPD terjaga dengan baik. Kata dia, pada tahun 2019 lalu, rasio kecukupan modal BPD terjaga pada level 22,48 persen.

Baca juga :  Tanpa Tujuan Jelas, 15 Warga Disuruh Balik Haluan

Dari sisi aset, BPD Bali telah menembus angka Rp24,66 triliun, atau tumbuh 9,80 persen dibandingkan Desember 2018 sebesar Rp22,45 triliun. Pertumbuhan aset yang cukup signifikan ini didorong oleh penyaluran kredit sebesar Rp18,41 triliun pada Desember 2019, atau tumbuh sebesar 11,92 persen dari Rp16,45 triliun pada Desember 2018. Kendati begitu, dengan adanya kebijakan pemerintah ini, pihaknya tetap melakukan evaluasi rencana bisnis bank setelah April 2020. (106)

Baca juga :  Remaja Diminta Tak Nikah Muda, Begini Kata Suastini Koster

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini