Belum Lengkapi Izin, Kapal Pengangkut PMI Terdampar di Karangasem

Foto: Gubernur Wayan Koster

 

Sumerta Klod, DenPost

Kapal Motor (KM) Carnival Splendor yang mengangkut 327 Pekerja Migran Indonesia (PMI), sempat terdampar di perairan Karangasem pada Sabtu (25/4). Dari jumlah PMI tersebut, sebanyak 188 berasal dari Bali. Terombang-ambingnya KM Carnival Splendor di perairan Karangasem diduga lantaran ditolak bersandar di Pelabuhan Benoa. Menanggapi hal itu, Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan tidak benar. Sebab, aktivitas KM yang mengangkut PMI diatur Pemerintah Pusat.

“Tidak benar Pemprov Bali yang menolak kedatangan kapal dimaksud,” kata Koster. Ini ia katakan di sela telekonferensi bersama Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kejati Bali dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, yang disiarkan dari ruang rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Sumerta Klod, Denpasar. Mengenai penerimaan KM itu, ia menjabarkan sejumlah poin. Pertama, KM tersebut belum mengantongi izin sandar oleh Pemerintah Pusat, sehingga KM itu tidak dapat bersandar di Pelabuhan Benoa.

Kedua, sesuai keputusan Gugus Nasional, setiap armada yang melalui jalur laut, turunnya di Tanjung Priok. “Dikarantina di sana, di Jakarta. Ini adalah keputusan Gugus Tugas Nasional melalui protokol Kemenlu, Gugus Tugas Nasional dan Kementerian Perhubungan. Jadi kedatangan kapal pesiar yang membawa awak PMI sepenuhnya menjadi kewenangan pusat dan telah diambil alih oleh Gugus Tugas Pusat,” ujarnya.

Baca juga :  Bali Jadi Titik Debarkasi, Kodam IX/Udayana Tingkatkan Pengawasan

Koster mengatakan, saat ini KM Carnival Splendor sudah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, guna menjalani prosedur penanganan Covid-19. Di Tanjung Priok, para PMI tersebut akan menjalani rapid test dan karantina.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta, juga mengatakan hal serupa. “Keputusan sandar tidaknya kapal pesiar untuk repatriasi PMI di pelabuhan merupakan kewenangan Gugus Tugas Covid-19 Nasional,” ucapnya.

Baca juga :  Hantam Pohon, Pemotor Tewas Dengan Kondisi Mengenaskan

Kata dia, keputusan bersandar KM itu dikeluarkan setelah diajukannya permohonan oleh Ditjen Konsuler dan Protokol Kementerian Luar Negeri Kepada Gugus Tugas Nasional. “Kita di provinsi selalu menyiapkan seluruh kapasitas untuk mengantisipasi setiap keputusan tersebut,” ujarnya.

Kata dia, Gustu Nasional telah mempertimbangkan semua aspek berkaitan penanganan Covid-19 di daerah, sesuai data yang berhasil dikumpulkan secara nasional. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini