Hendak Edarkan SS dan Ekstasi, Pengedar Diringkus di Hotel

Pengedar sabu-sabu (SS) dan ekstasi, Anton Listiyo Tranggono (45), digerebek polisi di salah satu hotel di Jalan Tukad Balian, Sidakarya, Densel, Rabu (22/4) lalu. Dari tangan pengedar kelas kakap ini, polisi mengamankan 23 plastik klip SS dan 40 butir ekstasi.

DIREKTUR Resnarkoba Polda Bali Kombes Khozin didampingi Wadir Narkoba AKBP I Putu Yuni Setiawan, Minggu (26/4/2020) mengatakan, kasus peredaran barang haram ini terungkap berdasarkan informasi yang diterima anggota Opsnal Unit III Subdit II Dit Narkoba Polda Bali. “Anggota kami lantas melakukan penggerebekan di salah satu kamar hotel tersebut,” tegasnya.

Baca juga :  Capaian Vaksinasi Rendah, Kakesdam Tinjau Serbuan Vaksinasi di Tiga Kabupaten

Hasilnya, polisi mengamankan tersangka pengedar, Anton Listiyo Tranggono, asal Kediri, Tabanan. Di kamarnya juga ditemukan barang bukti (BB) berupa 23 paket klip SS dengan berat total 275 gram. Polisi juga mengamankan 40 butir ekstasi warna merah beserta bong dan timbangan digital.

Tersangka Anton mengaku bahwa narkoba senilai ratusan juta rupiah itu rencananya diedarkan kembali dengan sistem tempel. Polisi terus mengembangkan kasus ini untuk memburu bandar besarnya.
Kombes Khozin juga mengungkapkan akibat pandemi virus corona selama sebulan terakhir ini yang mengakibatkan perekonomian lumpuh ternyata tidak mempengaruhi trend penyalahgunaan narkotika di Bali. Selama dua pekan terakhir ini ada peningkatan tangkapan pengguna, pengedar, dan bandar narkoba. “Selama dua pekan terakhir sekitar 30 orang ditangkap. Malah sekarang mencapai 40 penyalahguna narkotika yang kami amankan. Ini mengalami peningkatan dari sebelumnya,” bebernya.

Kondisi ini sangat berbeda dengan beberapa daerah lain yang mengalami penurunan penangkapan selama wabah corona. Khozin mengatakan para tersangka yang diamankan ini adalah pemakai kelas teri hingga pengedar kelas kakap. Barang bukti yang diamankan berupa SS, ekstasi dan ganja.

Baca juga :  Satpol PP Cari Tau Pemasok Gepeng

Sedangkan untuk pelaku yang ditangkap, tak hanya jaringan lokal, melainkan juga beberapa jaringan WNA. “Ada dari Italia, Rusia, dan Inggris,” tandas Kombes Khozin. (Wiadnyana)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini