Gubernur Bali: Perketat Pengawasan PMI/ABK yang Dikarantina

Gubernur Bali Wayan Koster

BERKENAAN dengan perkembangan virus corona (covid-19) akhir-akhir ini di Provinsi Bali, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan hingga Selasa (28/4/2020) secara kumulatif jumlah pasien positif virus corona sebanyak 215. Jumlah ini bertambah sebanyak 22 orang dari hari sebelumnya. Penambahan ini berasal dari Kabupaten Bangli yang positif sebanyak 11 orang, Kabupaten Karangasem lima orang, Klungkung dua orang, Badung dua orang, dan Buleleng dua orang.

Penambahan yang positif ini berasal dari PMI/ABK sebanyak sembilan, dan terjangkit di Bali (penularan lokal) sebanyak 13 orang. Di antaranya delapan orang positif dari Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli, yang ditularkan seorang PMI/ABK yang melaksanakan karantina secara mandiri di rumahnya. Demikian juga lima orang di Karangasem, empat orang di antaranya satu keluarga di Desa Padang Kerta, terjadi penularan dari seorang PMI/ABK yang melaksanakan karantina secara mandiri. Begitu juga yang satu orang PMI/ABK di Desa Bungaya Kangin, Bebandem, Karangasem, yang melaksanakan karantina secara mandiri.

Menurut Gubernur Koster, para PMI/ABK yang melaksanakan karantina mandiri ini ternyata tidak tertib dan tidak disiplin, sehingga menularkan kepada keluarganya dan warga lain di sekitar. Kondisi ini baru bisa diketahui setelah Gugus Tugas Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota melakukan rapid test tahap kedua beberapa hari lalu bagi para PMI/ABK yang melaksanakan karantina mandiri. Dari hasil rapid test itu ditemukanlah ada yang positif virus corona, sehingga kemudian diambil swabnya dan diuji laboratorium ternyata hasilnya positif corona. Selanjutnya mereka yang positif ini diambil dan ditangani Gugus Tugas Provinsi Bali untuk menjalani perawatan.

Para PMI/ABK yang melaksanakan karantina secara mandiri, pada saat mereka pulang, hanya membawa surat keterangan sehat dari perusahaan tempat mereka bekerja di luar negeri, dan di bandara dilakukan pemeriksaan dengan thermo gun. Pada saat itu, sesuai dengan protokol kesehatan covid-19 yang ditentukan oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan, bagi PMI/ABK yang telah membawa surat keterangan sehat langsung bisa melaksanakan karantina mandiri. Pada umumnya mereka pulang sebelum 22 Maret 2020. Bahkan di antara PMI/ABK itu ada yang pulang tanpa melalui prosedur resmi dari luar negeri yaitu pulang dengan penerbangan sendiri sehingga tidak terpantau otoritas bandara.

Di antara para PMI/ABK yang pulang melalui prosedur tidak resmi dan yang pulang melalui prosedur resmi tetapi melaksanakan karantina secara mandiri di rumah, ditemukan ada yang positif setelah dirawat di rumah sakit (RS). Berdasarkan temuan beberapa orang PMI/ABK yang positif corona tersebut, Gugus Tugas Provinsi Bali bertindak cepat dengan melakukan rapid test di Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa bagi para PMI/ABK yang datang dari berbagai negara mulai 22 Maret 2020. Mereka yang negatif boleh pulang mengikuti karantina mandiri di rumah selama dua minggu, dan yang positif langsung dirawat di RS rujukan. Kemudian Gugus Tugas Provinsi memperkuat penanganan PMI/ABK yang diputuskan pada 13 April 2020, dengan berbagi tugas secara bergotong-royong. Bagi PMI/ABK yang positif ditangani Gugus Tugas Provinsi Bali dan yang negatif ditangani Gugus Tugas Kabupaten/Kota dengan mengkarantina di hotel atau di fasilitas lain.

Baca juga :  Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian 7 ABK KM Liberty 1

‘’Kita bersyukur karena dari 215 pasien positif covid-19, sebanyak 88 orang atau sekitar 41% berhasil sembuh. Ini angka yang cukup tinggi yaitu peringkat lima secara nasional di bawah Provinsi DI Yogyakarta sebanyak 39 orang dari 93 kasus (42%), Aceh empat orang dari 9 kasus (44%), Maluku sebanyak 11 orang dari 22 kasus (50%), dan Nusa Tenggara Timur seorang dari 1 kasus (100%),’’ beber Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini.

Sedangkan dilihat dari jumlah pasien yang meninggal, Bali termasuk dalam kelompok paling rendah yaitu empat orang dari 215 kasus atau sekitar 2%, yang terdiri atas dua WNA, seorang dari daerah luar yang berdomisili Bali, dan seorang PMI/ABK warga Bali. ‘’Dengan mempertimbangkan perkembangan pasien positif covid-19 di Provinsi Bali yang ternyata bersumber dari PMI/ABK dan telah menularkan ke keluarga dan warga sekitarnya, maka dengan ini saya sebagai Ketua Gugus Tugas Provinsi Bali menyampaikan hal-hal sebagai berikut,’’ beber Koster.

Baca juga :  Grup Astra Bali dan Banjar Tegeh Sari Perpanjang MoU Kampung Berseri Astra

Pertama: kepada bupati/walikota se-Bali bersama-sama aparat keamanan agar memperketat pengawasan para PMI /ABK yang dikarantina oleh pemkab /pemkot dan yang melaksanakan karantina secara mandiri di rumah. Kedua: kepada para PMI/ABK agar benar-benar tertib dan disiplin selama mengikuti karantina, tidak boleh menerima tamu, tidak boleh keluar, dan tidak boleh bandel. Ketiga: kepada aparat keamanan yang bertugas di tempat karantina agar bertindak tegas terhadap PMI/ABK yang tidak tertib dan tidak disiplin.

Keempat: kepada bupati/walikota melalui Gugus Tugas agar melaksanakan rapid test kepada para PMI/ABK yang dikarantina, baik yang dikarantina oleh kabupatenkKota maupun yang melaksanakan karantina secara mandiri. Selain itu agar segera melaksanakan rapid test di banjar/desa bagi semua warga yang berpotensi terkena virus corona yang ditularkan oleh PMI/ABK di wilayahnya seperti di Banjar Serokadan, Abuan, Bangli, dan Desa Padang Kerta serta Desa Bungaya Kangin, Karangasem.

Kelima: pelaksanaan rapid test akan dikoordinasikan oleh Gugus Tugas Provinsi Bali termasuk penyediaan rapid test kit yang diperlukan Gugus Tugas Kabupaten/Kota. Karena itu Gugus Tugas Kabupaten/Kota dan Dinas Kesehatan yang menangani virus corona agar aktif dan selalu siaga untuk berkoordinasi sehinggar penanganan virus corona dapat dilaksanakan dengan cepat. Keenam: kepada bupati/walikota se-Bali agar segera mengambil kebijakan untuk memperketat pergerakan masyarakat yaitu; bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah di rumah, dan mengurangi/membatasi aktivitas dan interaksi dengan masyarakat di luar rumah yang melibatkan banyak orang.

Ketujuh: kepada desa adat dan desa/kelurahan melalui Satgas Gotong Royong Desa Adat dan relawan desa agar bersinergi dalam rangka memperketat pergerakan dan memantau aktivitas warga di wilayahnya. Kedelapan: mengimbau kepada krama Bali agar benar-benar tertib dan disiplin mengikuti kebijakan pemerintah dan pemerintah daerah dengan melaksanakan standar kesehatan; kalau keluar rumah harus memakai masker, menjaga jarak, menghindari keramaian, dan selalu melaksanakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Kesembilan: kegiatan usaha pasar, toko, dan warung, tetap bisa dilaksanakan dengan waktu secara terbatas serta mengikuti standar kesehatan secara tertib, disiplin, dan sedapat mungkin pelayanan dilakukan secara online.

Baca juga :  Gerebek Lokasi Pengoplosan Gas Elpiji, Polisi Sita Ribuan Tabung

Kesepuluh: kepada desa adat bersama desa/kelurahan agar dengan tertib dan disiplin melaksanakan kegiatan upakara secara niskala yaitu nyejer dan nunas ica setiap hari di pura kahyangan tiga sesuai Surat Keputusan Bersama Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali, untuk mohon agar virus corona segera berakhir. ‘’Kesebelas: saya harus menegaskan kembali kepada semua pihak dan krama Bali bahwa penularan covid-19 hanya bisa diatasi dengan perilaku yang tertib dan disiplin, tidak boleh bengkung, tidak boleh maboye, tidak boleh belog ajum; sayangi diri sendiri, sayangi keluarga, dan sayangi sesama demi keselamatan bersama. Ikutilah arahan pemerintah dan pemerintah daerah,’’ tegas Gubernur Koster.

Sebagai Gubernur Bali dan selaku Ketua Gugus Tugas, Koster menyampaikan dan memastikan bahwa Gugus Tugas Provinsi Bali bersama-sama Gugus Tugas Kabupaten/Kota se-Bali dengan dukungan berbagai pihak, akan terus bekerja keras dengan berbagai upaya yang inovatif, baik secara niskala dan sekala dalam menangani virus corona. ‘’Astungkara, semoga covid-19 cepat berakhir. Svaha,’’ tambahnya.

Sebagai Gubernur Bali dan mewakili masyarakat Bali, Koster juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tenaga medis, Kapolda Bali, Pangdam IX Udayana, Kajati Bali, bupati/walikota se-Bali, Majelis Desa Adat, Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, para camat, bendesa adat, kepala desa, Satgas Gotong Royong, relawan desa, dan para pihak yang berdedikasi dan berkontribusi secara nyata tanpa lelah bersama-sama menangani virus corona. ‘’Namun Kita masih harus bersabar sambil terus bekerja sama dan sama-sama bekerja sampai virus corona berakhir,’’ tandas Gubernur Koster. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini