Sadis, Komplotan Pencuri Mobil Meracuni Korban

0
123
DITANGKAP-Tiga penjahat, Abdul Arif, Andik Saputra alias Dwi Endri Efendi dan Qoidul Umam, ditembak polisi.

 

Jembrana, DenPost

Tiga komplotan pencuri mobil akhirnya ditembak polisi. Dalam aksinya para penjahat ini, Abdul Arif asal Surabaya, Andik Saputra alias Dwi Endri Efendi asal Pekalongan dan Qoidul Umam asal Cilacap, tergolong sadis. Sebelum melarikan mobil, mereka meracuni dan membuang tubuh korban diselokan.

Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Andi Fairan mengatakan, Jumat (1/5), Ketiga tersangka ditangkap di Hotel Cendrawasih, Jember, Jawa Timur oleh Tim Gabungan Polda Bali yang bekerjasama dengan Polres Jember, Kamis (30/4). “Ketiganya diburu berdasarkan laporan korban Zainul Rizal,” ujarnya.

Kombes Andi Fairan menuturkan, korban awalnya ditelpon oleh tersangka Abdul Arif yang mengaku hendak menyewa mobil untuk angkut barang dan minta dijemput di depan pegadaian Ubung, Denpasar. “Korban menyepakati dan menjemput tersangka dengan mengendari mobil pikap Daihatsu Grandmax,” bebernya.

Baca juga :  Ruko Terbakar, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Lalu tersangka meminta korban mengantarnya ke Jembrana mengangkut barang untuk dibawa ke Denpasar. Setibanya di Melaya, Jembrana, tersangka Andik Saputra  meminta korban menghentikan mobil dengan alasan bertemu teman yakni Abdul Arif. “Lalu mereka berangkat ke Jembrana. Tersangka mengajak korban makan bakso dan kopi. Saat korban lengah, tersangka Andik Saputra menaburi racun bubuk biji jarak yang sdh disangrai ke kopi korban,” terang Kombes Andi Fairan.

Baca juga :  Klungkung Dapat Kucuran Dana Rp 792 Miliar

Korban lantas pingsan setelah minum kopi beracun itu. Selang beberapa jam, korban sadar dan sudah berada di dalam selokan. Sedangkan mobil Grandmax DK 8784 DC serta 1 unit HP Samsung J4 miliknya sudah hilang. “Atas kejadian itu, korban kemudian melapor ke Polres Jembrana. Dari laporan itu, anggota polisi pun melakukan penyelidikan di pelabuhan Gilimanuk. Ternyata mobil curian itu telah menyeberang ke pulau Jawa,” bebernya.

Ktiga tersangka memiliki peran masing-masing. Abdul Arif berperan penelpon korban dan mengendarai mobil hasil curian. Andik Saputra bertugas menaburkan bubuk buah jarak yang dipakai sebagai racun ke dalam kopi korban. Sedangkan Qoidul Umam menerima mobil di pelabuhan Ketapang dan menjualnya kepada Moenif Hendrawan alias Gilang. “Abdul Arif dan Andik Saputra pernah melakukan aksi serupa di  Sragen, Solo  dan Probolinggo. Sedangkan Qoidul Umam pernah melakukan penggelapan mobil rental di Denpasar pada tahun 2017 dan 2020,” tandas Kombes Fairan, seraya mengatakan tersangka ditangkap di Jember dan akhirnya ditembak lantaran melakukan perlawanan. (124)

Baca juga :  Jukung Berpenumpang Rombongan Pamedek Terbalik, Satu Meninggal

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini