Membandel, Pedagang di Jl. Kartini

Wangaya, DenPost

Meskipun sempat ditertibkan berulangkali dan dibubarkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), namun puluhan pedagang ceper dan bunga tetap membandel, berjualan berdesakan di Jl. Kartini tanpa mengindahkan imbauan pemerintah, Minggu (3/5).

”Saya minta kepada Satpol PP mengambil tndakan tegas terhadap pedagang yang membandel berjualan berdesak-desakan di Jl. Kartini dengan mengabaikan social distancing dan physical distancing. Kalau tetap berjualan bergerombol berbahaya dan bisa cepat tertular Covid-19. Pedagang dan pembeli masih ada tidak memakai alat pelindung diri (APD) sehingga rentan terhadap penyebaran virus mematikan itu,’’ kata salah seorang pengunjung pasar Wangaya, Putu Widarya.

Baca juga :  119 Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar

Selain Satpol PP mengambil tindakan tegas tanpa ada kompromi, kata Widarya, pengelola Pasar Wangaya harus ikut peduli dan ikut menertibkan pedagang agar tidak bergerombol berjualan di Jl. Kartini. Karena wilayah tersebut ada di Pasar Wangaya sehingga pengelola pasar maupun juru pungut iuran wajib memberitahu imbauan pemerintah tidak boleh berkumpul banyak orang dan berjualan atur jarak. Bukan seperti pedagang ceper maupun bunga di Jl. Kartni setiap hari berdesak-desakan berjualan.

”Saya minta pengelola pasar atau juru pungut iuran memberitahu pedagang penularan Covid-19. Kalau salah satu pedagang yang terpapar virus jangan saling menyalahkan,’’ ujarnya.

Baca juga :  544 Orang Positif Covid-19 di Denpasar, Didominasi Klaster Keluarga

Di tempat terpisah, Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga saat dikonfirmasi, mengungkapkan pihaknya terus menertibkan pedagang yang berjualan di Jl. Kartini dan trotoar Jl. Kumbakarna. Saat dibubarkan mereka pergi dan tidak lagi berjualan di jalan dan trotoar. Setelah ditinggal pedagang kembali berjualan di jalan. ”Kami sempat mengambil tindakan keras terhadap pedagang yang membandel berjualan di jalan tidak mengindahkan imbauan pemerintah. Apa yang kami lakukan sia-sia dan mereka berlasan berjualan agar bisa menyambung hidup saat situasi sekarang ini,’’ kata Anom Sayoga.

Baca juga :  175 Tenaga Medis Dalam Pemantauan Dipastikan Negatif

Ia menegaskan, Satpol PP tidak saja melakukan penertiban dan pembubaran paksa, namun juga melakukan sosialisasi dengan membagikan masker dan mengecek suhu tubuh pedagang dan pengunjung Pasar Wangaya. ”Kami bukan semata-mata menertibkan pedagang, tapi memberikan edukasi terkait wabah virus Covid-19 mewabah di seluruh dunia harus tetap diwaspadai,’’ ucapnya. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini