Petani Rumput Laut di Nusa Penida Sumringah, Ini Penyebabnya

Semarapura, DenPost

Pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata dan ekonomi di Kabupaten Klungkung lesu. Namun ada secercah harapan bagi masyarakat Nusa Penida khususnya di daerah pesisir yang menggantungkan hidup dari bertani rumput laut.

Sejak beberapa hari belakangan ini mereka mulai panen rumput laut. Bahkan hasil panen rumput laut mereka dibeli oleh pengepul dengan harga cukup menggiurkan yakni Rp 8000 per kilogram.

Kondisi ini diakui salah seorang petani rumput laut, I Made Kiye, Minggu (3/5). Pria asal Dusun Semaya, Desa Suana ini mengatakan sangat terbantu dengan hasil bertani rumput laut. Apalagi di situasi seperti saat ini ada orang yang masih mau membeli hasil rumput laut mereka dengan harga stabil. Sehingga dia bersama keluarganya bisa membeli beras dan kebutuhan lainnya di tengah pandemi Covid-19.

“Untuk saat ini di Semaya yang masih bertahan dengan mengandalkan hasil dari rumput laut. Tapi kami berharap agar pembeli rumput laut tidak dimonopoli satu orang agar harganya tak anjlok,” ujar I Made Kiye.

Baca juga :  Berkas dan BB Dilimpahkan ke Kejari Klungkung, Mantan Perbekel Bunga Mekar Segera Diadili

Sementara salah seorang pengepul rumput laut, I Wayan Budiana mengatakan hasil rumput laut yang ditanam petani masih cukup bagus. Karena itu dia langsung membeli rumput laut dari petani yang ada di Dusun Semaya dan Pengaud. Termasuk juga hasil rumput laut yang ditanam warga di Lembongan.

“Kami juga membeli rumput laut sampai ke Lombok karena hasil panen petani sedikit. Setelah itu kami kirim ke Surabaya melalui jasa pengiriman dengan menggunakan kontainer,” ungkap Budiana.

Baca juga :  Ditimpa Pohon Santen, Rumah dan Palinggih Warga di Klungkung Rusak

Menurut Budiana, harga rumput laut yang dibeli tergantung kualitas. Biasanya dia membeli dari petani dengan harga antara Rp 8000 sampai Rp15.000 dengan jenis cattoni dan spinosum. Tapi sebelum dikirim, rumput laut petani dikeringkan dulu. Setelah kering baru dikirim ke Surabaya menggunakan kontainer.

“Setiap minggu, kami mengirim rumput laut dengan jenis spinosum dan cattoni sekitar 25 ton. Karena jumlah barang terbatas akibat jumlah budidaya masih sedikit dan penyakit ice-ice, saya membeli rumput laut sampai ke Lombok”, tuturnya.

Baca juga :  Warga Bangli Ditemukan Tewas di Sungai Bubuh

Disinggung pembatasan transportasi akibat Covid-19, Wayan Budiana mengaku tak ada hambatan khususnya pengiriman rumput laut ke luar Bali. Semua pengiriman rumput laut dikatakan masih lancar.

“Pengiriman dari Nusa penida sampai ke Surabaya tak ada hambatan. Ini kan hasil petani dan saya ikut membantu memasarkan hasil tani mereka. kalau dihambat mereka makan apa? Apalagi rumput laut ini katanya langsung di ekspor ke Cina makanya kami berharap ini berkelanjutan,” kata Wayan Budiana. (119)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini