Ini Dana yang Disiapkan Desa Adat Sanur untuk Bantu Warga

SERAHKAN SEMBAKO – Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Sanur, I Wayan Karsa disaksikan Bendesa Adat Sanur, IB Paramarta (kanan) menyerahkan sembako kepada salah satu perwakilan kelian banjar. Minggu (3/5)

Sanur, DenPost

Desa Adat Sanur bersama Satgas Gotong Royong (GR) Covid-19 Desa Adat Sanur menyiapkan dana Rp 550 juta guna membantu warga sembako kepada 978 KK yang tersebar di sembilan banjar adat.

Bendesa Adat Sanur IB Paramarta didamping Sabha Desa IB Alit Sudewa, Minggu (3/5) mengatakan, dana yang disiapkan Rp 550 juta dialokasikan pembelian sembako guna meringankan beban warga. Sembako pertana sudah diserahkan di Br. Pekandelan sebanyak 157 paket, Jumat (1/5). Dilanjutkan di Br. Belong 204 paket sembako Sabtu (2/5), Br. Batanpoh 124 paket Minggu (3/5). Dilanjutkan Br. Buruwan 165 paket, Br. Tegal Asah 120 paket, Br. Langon/Wirasana 83 paket, Br. Tegah Selang 24 paket dan Br. Tantu 101 paket. Selain penyerahan sembako, desa adat juga memberi bantuan dana operasional kepada masing-masing posko banjar Rp 1 juta.

Baca juga :  Tiga Hari Warga Kesiman Kertalangu Tak Dapat Air, Ini Penyebabnya

Paramarta menjelaskan, pelaksanaan program kerja penanganan Covid-19 di Desa Adat Sanur termasuk pemberian paket sembako dana yang dianggarkan Rp550 juta bersumber dari PAD Desa Sanur, LPD Sanur, Baga Utsaha Desa Adat Sanur dan dana punia dari masyarakat dan pengusaha. ”Dana yang dipakai baru Rp 300 juta dari alokasi anggaran Rp 550 juta untuk pembelian 978 paket sembako,’’ ujar Paramarta.

Sementara Ketua Satgas GR Covid-19 Desa Adat Sanur, I Ketut Karsa didampingi Wakilnya IB Arwata, mengungkapkan pemberian sembako kepada 978 KK tersebar di delapan banjar adat dan satu banjar persiapan guna membantu meringankan beban masyarakat Sanur akibat mewabahnya Covid-19. Mengingat semua sektor perekonomian berhenti beroperasi
sehingga berdampak pada penghasilan masyarakat. ”Kami harapkan bantuan sembako
ini jangan dilihat isinya, namun bagaimana bantuan tersebut bisa menopang hidup warga selama seminggu,’’ ucap Karsa.

Baca juga :  Gubernur Bali Apresiasi Rancangan Peraturan Walikota Denpasar

Ia menambahkan, kegiatan Satgas GR Covid-19 Desa Adat Sanur selain membantu warga dan sesuai protap melakukan edukasi dan sosialisasi kepada krama desa adat Sanur
dan karma tamiu (pendatang) agar disiplin menjalankan imbauan pemerintah terkait pencegahan penularan Covid-19. ”Kami sudah menutup semua akses menuju pantai dan objek pariwisata di wilayah Sanur untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kecuali warga melaksanakan upacara bisa ke pantai dengan jumlah orang terbatas,’’ terang Karsa. (103)

Baca juga :  Rabu, 86 Orang Positif Covid-19 dan Dua Pasien Meninggal di Denpasar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini