Objek Wisata Goa Lawah Lenggang, Kawanan Kera Mulai Turun

Semarapura, DenPost

Pandemi Covid-19 membuat seluruh objek wisata di kabupaten Klungkung “mati suri”. Tak terkecuali objek wisata Goa Lawah di Desa Pesinggahan, Dawan, Klungkung. Objek wisata yang dikenal dengan goa kelelawarnya ini terlihat lenggang dari kunjungan wisatawan maupun warga. Namun kondisi lenggangnya objek wisata Goa Lawah memunculkan fenomena baru. Tak sedikit kawanan kera muncul dan turun dari Bukit Tengah hingga sampai ke jaba Pura Goa Lawah. Kondisi ini diakui salah seorang prajuru Pura Goa Lawah, Putu Juliadi, Minggu (3/5).

Menurut Putu Juliadi, fenomena turunnya kawanan kera dari habitat mereka di sekitar bukit Tengah hingga ke areal Pura Goa Lawah sudah terjadi sejak lama. Hanya sekarang karena situasi lenggang, kawanan kera yang jumlahnya mencapai 30 ekor ini lebih leluasa turun hingga ke jaba Pura Goa Lawah. Kawanan kera ini biasanya datang setiap pagi dan sore untuk mencari makanan.

Baca juga :  Raih Prestasi Kinerja Sangat Tinggi, Klungkung Dapat DID Segini

“Bisa juga kemungkinan karena kekurangan makanan di habitat asli mereka jadi mereka turun. Namun keberadaan kera di Pura Goa Lawah sudah diawasi pengayah dan Jro Mangku. Kami juga telah menyiapkan makanan di Pura Pucak Sari,” katanya.

Putu Juliadi juga tidak menampik, semenjak pandemi covid-19 kunjungan warga maupun wisatawan ke Pura Goa Lawah sangat lenggang. Padahal Pura Goa Lawah sebelumnya menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi di Klungkung daratan. Tapi sekarang hanya sesekali ada pemedek yang datang untuk bersembahyang ke Pura Goa Lawah dan itupun tidak banyak hanya beberapa yakni antara dua sampai empat orang.

Baca juga :  Klungkung Tiadakan Festival Semarapura

“Kalau sebelum ditutup, jumlah kunjungan wisatawan kalau sepi bisa mencapai 100 orang perhari dan ramai bisa mencapai 300 orang perharinya. Tapi sekarang untuk wisatawan nihil. Yang datang hanya beberapa pemedek saja yang melakukan persembahyangan,” ungkapnya.

Walaupun sepi kunjungan warga, populasi kelelawar yang menjadi ikon di Pura tersebut tidak berubah signifikan.Hanya saja menurut Putu Juliadi, saat ini para pedagang souvenir dan pedagang canang serta makanan di sekitar area Pura Goa Lawah, juga sudah terkena imbas dari Covid-19. Mereka banyak yang beralih pekerjaan. Ada yang beralih menjadi pedagang sate, nelayan dan buruh tukang agar bisa bertahan hidup di tengah kunjungan yang sepi ke Pura Goa Lawah.

Baca juga :  Pencuri Uang Sesari di Pura Dalem Digde Ternyata Sudah Tiga Kali Beraksi

“Banyak yang sudah beralih kerjaan. Apalagi informasi penutupan objek wisata akan berlanjut sampai akhir Mei ini,” terangnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini