Ratusan Pemudik Diizinkan Menyeberang di Gilimanuk

DIIZINKAN PULANG KAMPUNG - Pemudik yang sebagian besar pekerja yang di-PHK dan tak ada lagi pekerjaan di Bali, diizinkan pulang kampung lewat Pelabuhan Gilimanuk. (DenPost/ist)

Negara, DenPost
Ratusan warga yang mengaku ingin keluar Bali untuk mudik pada Sabtu (2/5/2020) malam hingga Minggu (3/5/2020) pagi memadati Pelabuhan Gilimanuk. Menurut informasi, para pemudik ini ingin sekali menyeberang untuk pulang kampung, namun tertahan karena dilarang.

Sedangkan aturan Gubernur Bali menyebutkan bahwa kendaraan yang bisa lewat hanyalah pengangkut logistik dan kepentingan kesehatan.

Para pemudik semalaman tertahan di Gilimanuk dan ngotot agar diseberangkan ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Setelah petugas berkoordinasi dengan ASDP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali, mereka akhirnya diizinkan menyeberang pada Minggu pagi.

Baca juga :  Sampan Kayu Terbakar di Pesisir Pengambengan

Para pemudik ini bisa lolos di beberapa pos penyegatan dari Pengaragoan hingga Negara, karena mengatakan akan pulang kampung. Sejak merebaknya virus corona, mereka tidak lagi bekerja di Pulau Dewata. “Sebagian besar mengaku jadi buruh, dan sudah tidak ada lagi pekerjaan. Mereka beralasan pulang kampung daripada kelaparan. Ini kan manusiawi, dan dilematis bagi kami, ” kata seorang petugas di Gilimanuk, Minggu siang.

Para pemudik itu sebagian besar naik sepeda motor dan berkelompok, memadati Pelabuhan Gilimanuk. Sempat ada negosiasi antara pemudik dengan petugas, sehingga ditempuhlah jalan tengah sehingga mereka diizinkan meninggalkan Bali. Namun dengan kesepakatan, sebelum wabah corona berakhir, mereka tidak boleh kembali ke Pulau Dewata.

Baca juga :  Warga Tuwed Ditemukan Membusuk di Dalam Kamar

Sejumlah pemudik mengaku di Bali sudah tidak ada pekerjaan karena dirumahkan dan ada juga yang di-PHK. Selama itu pula mereka tidak mampu membayar sewa kos, karena uang menipis. Daripada hidup meraka, mereka akhirnya memilih pulang kampung saja.

Kapolsek Gilimanuk Kompol Gusti Nyoman Sudarsana saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya para penumpang dengan kendaraan roda dua yang memadati Gilimanuk. Mereka sebagian besar mengaku sebagai pekerja yang di-PHK dan sudah tidak ada lagi pekerjaan di Bali.(witari)

Baca juga :  Tanpa Dokumen, Nakhoda Kapal Mulya Bahari Dipidanakan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini