Sunbagia Tewas Usai Tenggak Racun Serangga

RACUN - Tim Opsnal Polsek Kintamani saat menemukan botol bekas racun serangga di pondok korban.

Bangli, DenPost

Tubuh I Ketut Sunbagia (51) ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di pondok yang ada di ladang miliknya di Banjar Tabih, Desa Buahan, Kintamani, Bangli, Minggu (3/5) sekitar pukul 15.00. Selang sehari dirawat, petani asal Banjar Langkaan, Desa Landih, Kintamani ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Informasi yang dihimpun, korban pertama kali dilihat oleh saksi I Ketut Reta (56). Saat itu korban masih dalam kondisi bernafas. Selanjutnya Reta memanggil saksi II, Ni Ketut Redani (42) untuk bersama-sama merujuk korban ke RS BMC di Bangli Kota. Sehari dirawat, sekitar pukul 15.30 pada Senin (4/5) Sunbagia dinyatakan telah meninggal dunia. Kejadian ini selanjutnya mendapat atensi dari Polsek Kintamani.

Baca juga :  Sisihkan Gaji Anggota, Polres Bangli Suplai Ratusan Paket Sembako

Setelah ditelusuri dan para saksi dimintai keterangan, diduga Sunbagia sengaja mengakhiri hidupnya dengan meminum racun serangga. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya bukti berupa satu botol racun serangga warna biru yang sudah dalam kondisi terbuka dan kosong.

Dari hasil lidik itu, menurut Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, korban nekat mengakhiri hidupnya karena sedang dalam masalah rumah tangga. “Perceraian dengan istrinya masih dalam proses. Mungkin hal ini yang menjadi motifnya.Tapi ini masih dugaan,”katanya, Selasa (5/5). (128)

Baca juga :  "Memengkung" Keluar Rumah, Krama Kintamani Tak Dapat Pelayanan Sosial

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini