Soal Penanganan Covid-19, Koster Sebut Ada Pihak Asal Kritik

Gubernur Bali, Wayan Koster

Dangin Puri, DenPost

Sebagai politisi senior, Gubernur Bali, Wayan Koster cukup kenyang dengan berbagai pro dan kontra yang lahir dari berbagai kebijakannya. Kondisi ini juga dialami dalam penanganan covid-19 di Bali. Dia mengategorikan ada dua pihak yang terlibat dalam penanganan covid-19. Pertama, pihak yang benar-benar bekerja serius dengan penuh ketulusan. Kedua, pihak yang pekerjaannya menyoroti dan mengritik kelemahan pemerintah.

“Sekarang ini kan ada yang kerja serius dengan penuh ketulusan. Ada juga yang pekerjaannya cuman nyorotin orang, mengritik engga jelas. Lebih bagus sekarang masyarakat menunggu sesuatu yang konkret diperbuat, yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam jumpa pers Senin (4/5) sore. Usai mengatakan kalimat tadi, Koster segera menambahkan bahwa bukan berarti ia antikritik dalam memimpin Bali.

Baca juga :  1.100 Pegawai Perbankan Se-Kota Denpasar Divaksin

“Jadi, bukan berarti saya antikritik. Silakan, tapi agar itu bisa diimplementasikan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ucapnya, yang kala itu didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Made Rentin. Ia mengatakan, penanganan covid-19 di Bali relatif baik. Indikatornya, penambahan kasus positif yang landai. Jumlah pasien meninggal terendah dibandingkan 10 provinsi dengan kasus covid-19 tertinggi di Indonesia.

Serta jumlah pasien positif covid-19 sembuh yang paling tinggi di antara persentase 10 daerah lain. Kata dia, ini bukan pekerja satu orang atau satu pihak, namun hasil kerjasama antarsemua lapisan di Bali. Bahkan, kata dia, tak sedikit pihak yang bergerak di balik layar, yang tak ingin dipublikasi.  Motifnya sederhana. Koster mengatakan, mereka ingin bantuan yang disalurkan dapat dijauhkan dari alih-alih kepentingan politis.

Baca juga :  Pengontrak Tanah Serahkan Bukti ke Penyidik Polresta

Kata dia, pihak itu mulai dari BUMN, perusahaan, kelompok masyarakat dan perorangan yang telah memberikan beragam bantuan, berupa sarana kesehatan hingga sembilan bahan pokok. “Mereka ini tidak pernah bersuara di media, bahkan tidak mau disebutkan namanya sebagai penyumbang,” ungkapnya. Ia berharap, mereka tetap berkontribusi di tengah pandemi Covid-19, hingga Bali bebas dari wabah ini. (106)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini