Hadapi Kedatangan PMI, DPRD Ingatkan Petugas Jaga Kondisi

KUNJUNGAN KERJA - Komisi III DPRD Provinsi Bali Dr.IGA Diah Werdhi Srikandi, W.S, saat kunjungan kerja terkait pelaksanaan Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Selasa (5/5/2020). (DenPost/ist)

Tuban, DenPost
Petugas medis yang memeriksa para pekerja migran Indonesia (PMI) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai diingatkan tetap menjaga kondisi. Hal ini penting lantaran mereka tergolong kelompok yang paling berisiko terinfeksi virus corona. Pemprov Bali juga diminta memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD).

“Petugas harus selalu menjaga kesehatan, terapkan social/physical distancing. Astungkara covid-19 segera berlalu,” kata Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali Dr.IGA Diah Werdhi Srikandi, W.S, di sela-sela kunjungan kerja terkait pelaksanaan Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Selasa (5/5/2020). Berkorelasi dengan hal tersebut, dia berpesan agar bandara memastikan ketersediaan alat rapid test dan APD.

Baca juga :  Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan Bunutan Terdampar di Lombok

“Kami mengecek protap, alur, mekanisme kedatangan PMI di Bandara Ngurah Rai. Kinerja bandara sudah sangat baik. Sinergi dari Otban, KKP, TNI, Dinkes dan Disnaker, berjalan baik. Kami minta agar petugas selalu siaga dengan kedatangan PMI yang hingga hari ini baru sekitar 11 ribu via bandara dan sisanya masih sekitar 11 ribu yang belum terkonfirmasi datang,” jelas Werdhi Srikandi.

Untuk itu, dia minta kepada petugas agar selalu berkoordinasi dengan Satgas Provinsi terkait kendala yang dihadapi. Jika hasil rapid test PMI dari bandara, ketika dinyatakan reaktif, maka harus disikapi oleh pemerintah provinsi. Bila nonreaktif, maka menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. “Setelah lepas dari karantina kabupaten/kota, mereka akan pulang ke rumah. Saat di rumah inilah perlu dikontrol oleh desa,” bebernya.

Setelah menjalani karantina di kabupaten/kota selama 14 hari, menurut Werdhi Srikandi, para PMI sebaiknya tetap diawasi untuk menekan potensi terjadi penularan transmisi lokal. Agar penularan corona dapat dikendalikan, dia mengimbau agar PMI jujur dan terbuka. Menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menghindari kontak dengan orang lain demi keamanan bersama. “Karena yang kita khawatirkan yang OTG,” pungkasnya. (wira)

Baca juga :  Positif Covid-19 Bertambah, Gugus Tugas Rekomendasikan Dua Cara Pencegahan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini