Maling Gasak Ketu di Pura Taman Limut, Pengosekan, Ubud

PENYELIDIKAN - Polisi melakukan penyelidikan dan olah TKP atas hilangnya ketu atau siwa prana di Pura Taman Limut di Banjar Pengosekan Kelod, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar.

Gianyar, DenPost
Pratima berupa ketu atau siwa prana milik Pura Taman Limut di Banjar Pengosekan Kelod, Desa Mas, Ubud, Gianyar, digasak maling. Kejadiannya pertama kali diketahui I Wayan Sumarayasa (53), pengempon pura setempat, pada Rabu (6/5/2020) sekitar pukul 07.30.

Saat itu I Wayan Sumarayasa hendak ngayah di pura setempat. Begitu sampai di jeroan Pura Taman Lumut, dia melihat gedong penyimpenan terbuka. Beberapa kotak pajenengan berserakan. Sumarayasa lalu memanggil pemangku pura, Jro Mangku Made Karya, yang lebih dahulu berada di jeroan pura. Ketika itu Jro Mangku tidak melihat gedong panyimpenan terbuka, mengingat dia sibuk menyiapkan sarana upacara secara rutin setiap hari.

Baca juga :  Ini Penyebab Suhu Udara di Bali Terasa Lebih Dingin

Melihat kejadian itu, baik Sumarayasa maupun Jro Mangku Made Karya tidak berani membuka gedong panyimpenan dan mendekatnya. Mereka kemudian memanggil warga setempat lainnya, I Made Sumarta. Pria ini kebetulan selaku Kepala Kewilayahan Pengosekan Kelod. Kasusnya lalu dilaporkan ke polisi.

Tak lama kemudian tim identipfkasi Polres Gianyar yang dibantu Polsek Ubud tiga di lokasi guna melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi. Sebelumnya, gedong panyimpenan pura tersebut berisi gelungan joged, ketu/siwa prana, dua genta, dan satu perangkat pawedan. Dari sana ketahuan bahwa benda yang raib hanya satu pratime yakni ketu atau siwa prana. Atas kejadian itu, pengempon pura rugi Rp25 juta.

Kapolsek Ubud AKP I Gede Sudyatmaja mengatakan bahwa pihaknya melakukan penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi.

Baca juga :  Peredaran Kokain di Bali Dikendalikan Warga Meksiko

Mengantisipasi kasus serupa, pihaknya mengirim surat imbauan ke perbekel dan pemilik hotel agar kembali melakukan penjagaan atau ronda. “Aktifkan kembali pakemitan di masing-masing pura, perbanyak pemasangan lampu penerangan di areal pura dan pemasangan CCTV,” tegas Kapolsek Ubud.

Menurut dia, pandemi corona berdampak pada perekonimian dan pendapatan masyarakat. Karenanya, banyak buruh tidak bekerja lagi dan tak mendapat pemasukan sehingga rentan menimbulkan tindakan kriminal.

Baca juga :  Curi HP, Pengangguran Diciduk Polisi

Kapolsek mengaku bahwa pihaknya sudah rutin melakukan patroli wilayah guna menekan tindak pidana.
Jro Mangku Made Karya menambahkan pada Rabu (13/5/2020) rencananya dilaksanakan piodalan di pura setempat. Namun karena ada kasus pencurian, maka pihaknya menunggu hasil rapat pengempon pura. (yuli)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini