Polisi Telusuri Rumor Penolakan Anak Dipulangkan di Pasekan

CEK KE PASEKAN - Polisi turun ke Banjar Pasekan, Tembuku, untuk mengecek kabar mengenai dua yang diduga ditolak ditampung di sana. (DenPost/ist)

Bangli, DenPost
Berita di salah satu media online di Bali mengenai dugaan penolakan kepulangan dua anak di Banjar Pasekan, Tembuku, diatensi Polres Bangli, kamis (7/5/2020. Melalui Polsek Tembuku, petugas melakukan penelusuran dan pengecekan ke Banjar Pasekan.

Hasilnya, sebagaimana keterangan Kelian Banjar Pasekan I Wayan Suara dan petugas medis di Puskesmas Tembuku I dr. Agung Ngurah Kurniawan, salah satu warga Pasekan berinisial IND (37), PMI yang tinggal di Badung, positif terpapar virus corona. Pasien itu sekarang dikarantina di RS PTN Unud, dan istrinya dikarantina di salah satu hotel di Denpasar. Sedangkan dua anak mereka dititip di rumah keluarganya di Renon, Denpasar. Hasil rapid test kedua anak itu reaktif, namun hasil swab-nya negatif. Kendati demikian, mereka tetap dititip di rumah keluarganya di Renon, karena masih dalam pengawasan Dinas Sosial Provinsi Bali.

Baca juga :  Ditimpa Dahan Beringin, Kios dan Los Hancur

Kedua anak tersebut tidak pernah diajak pulang ke Banjar Pasekan, Bangli. Artinya tidak ada penolakan warga maupun satgas setempat. Alasan tidak dipulangkan, karena kakek dan nenek kedua anak tersebut juga menjalani karantina mandiri di rumahnya.

Mereka sempat kontak dengan sang anak (PMI positif) tersebut. Hal itu diperkuat hasil rapid test terhadap sang kakek dan nenek yang menunjukkan hasik reaktif per 30 April 2020. Pada Rabu (6/5) lalu dilaksanakan rapid test ke-2 dengan hasil nonreaktif. Namun keduanya tetap menjalani isolasi mandiri di Banjar Pasekan. “Jadi tak ada penolakan dua anak itu di Banjar Pasekan,” ujar Kapolsek Tembuku AKP I Nengah Sukerta.

Dia menekankan kepada masyarakat agar bijak menggunakan media online. Termasuk media atau pembuat berita supaya melakukan konfirmasi ke kedua belah pihak agar tidak menjadi informasi bohong atau hoaks, terutama dalam situasi pandemi corona. “Jangan asal share dan comot informasi. Konfirmasi dulu kebenarannya. Kalau beritanya menjadi hoaks, maka sanksi hukumnya juga berat,” tandas Sukerta. (anta)

Baca juga :  Perintah DPP, Demokrat Bangli Rekomendasikan Sedana Arta-Diar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini