Bantu Peternak Lele, Bupati Tabanan Lakukan Ini

PANEN LELE - Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti saat panen lele bersama.

Tabanan, DenPost

Covid-19 juga berdampak pada pendistribusian lele di Tabanan. Data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan mencatat, setidaknya ada 491 kelompok budidaya ikan yang saat ini masih aktif, namun mereka sangat susah untuk menjual hasilnya. Jika hal ini terus berlanjut, dipastikan para peternak lele akan gulung tikar. Salah satunya kelompok ternak lele di Banjar Riang Kelod, Desa Riang Gede, Penebel, Tabanan. Panen kali ini mereka hanya bisa pasrah lantaran banyak pelanggan khususnya pedagang lalapan memilih tidak berjualan lantaran wabah covid-19.

Menyikapi kondisi ini, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wisryatuti mengambil kebijakan dengan menggulirkan program gotong-royong membeli produk hasil pertanian dan peternakan para petani dengan menggandeng 6.700 ASN yang ada di lingkungan Pemkab Tabanan. Sistemnya adalah subsidi silang, di mana tunjangan ASN sebesar 5 persen dimanfaatkan untuk bisa membantu para petani menyerap hasil produksi mereka. Bahkan Bupati Tabanan pun tak segan merogoh kantong pribadinya untuk membeli 3 kwintal lele yang selanjutnya dibagikan pada 106 KK terdampak Covid-19 di Desa Riang Gede. Sementara untuk masing-masing OPD memborong 2 kwintal dan selanjutnya dibagikan ke stafnya.

Baca juga :  Disiplinkan Warga, Nyanglan Kaja Berlakukan Sanksi Ini

“Tidak hanya ikan, sayur mayur, telur atau apa saja hasil produksi pertanian yang terdampak kami beli, jadi ini sifatnya subsidi silang, tunjangan ASN dipotong 5 persen dan nilainya beda-beda, contohnya saja tunjangan kepala dinas dipotong Rp 1 juta, tetapi nantinya mereka akan dapat paket seharga Rp 100 ribu, dan isi paket antar ASN tentu saja berbeda. Sekarang lele karena sudah siap panen, kami beli lelenya, besok kalau semisal telur tidak ada yang beli, kami masuk ke sana, begitu pun sayur mayur dan buah buahan,” paparnya, Jumat (8/5).

Dengan cara ini, lanjut Bupati Eka, para petani Tabanan tidak akan berhenti atau kapok untuk terus melanjutkan usahanya. Apalagi Tabanan saat ini masih terus berupaya mendorong agar ketahanan pangan di Tabanan bisa terus terjaga sampai masa pandemi covid-19 berakhir atau paling tidak sembilan bulan ke depan. “Minimal hasil pertanian stabil dan petani tidak kapok. Ke depan akan disiapkan pula bibit, pupuk dan penyuluh yang baik untuk bisa menjaga pertanian Tabanan tetap bertahan, jangan sampai kelaparan di lumbung pangan,” tandasnya. (puspawati)

Baca juga :  Dua Babi Hilang, Jeroannya Dibuang di Luar Kandang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini