Desa Adat Padangsambian Siap Kawal Perwali PKM

Made Kadek Arta

Padangsambian, DenPost
Terus bertambahnya pasien Covid-19 dan merebaknya transimis lokal di Kota Denpasar harus mendapat perhatian khusus semua pihak. Desa Adat Padangsambian bersama Satgas Gotong Royong (GR) Desa Dat Padangsambian siap mengawal Peraturan Walikota (Perwali) terkait Pembatasan Kegiatan Madsyarakat (PKM).
”Kami bersama Kelurahan Padangsambian termasuk perbekel yang ada di wilayah Desa Adat Padangsambian siap mengawal Perwali Kota dengan membuat pararem desa. Karena penerapan PKM tersebut diawali pendataan penduduk sesuai standar operasional prosedur (SOP) pencegahan penyebaran virus corona secara rutin dan berkenimbungan,’’ kata Bendesa Adat Padangsambian, Made Suparma, Minggu (10/5).
Suparman menyatakan, pihaknya bersama Satgas GR Covid-19 Desa Sadat Padangsambian, pecalang, yowana terus melakukan penertiban warga yang tidak memakai masker, warung buka lewat pukul 21.00 dan kerumunan orang. Sebelumnya hanya imbauan dan sekarang ada Perwali PKM akan diperketat lagi masyarakat yang melakukan aktivitas dengan jumlah banyak orang. ”Kami harapkan masyarakat disiplin dan mematuhi imbauan pemerintah agar bisa cepat memutus mata rantai virus corona di Denpasar khususnya dan Bali umumnya,’’ ujar Suparman.
Ketua Satgas GR Covid-19 Desa Adat Padangsambian, Made Kadek Arta, S.H., mengungkapkan, pihaknya akan mengawal Perwali PKM tersebut sesuai aturan yang tertuang agar masyarakat tidak berseliweran keluar rumah. Kalau ada di luar kendali akan disesuaikan dengan apa yang diatur dalam Perwali, termasuk sanski administrasi bagi warga yang melanggar. Kalau ada tidak mengindahkan dan mematuhi Perwali PKM akan dilakukan pembinaan secara bertahap. Biada pengusaha atau pemilik toko yang membandel akan diberikan sanksi dengan menyerahkan penanganannya kepada instansi yang berwenang. ”kalau kita mengambil tindakan di luar kewaeanang akan salah. Biarkan instansi terkait yang mengambil tindakan tegas,’’ kata Kadek Arta.
Ketika disinggung banyak toko maupun warung buka lewat pukul 21.00, Kade Arta mengaku, masih banyak pemilik toko maupun warung membandel buka di atas pukul 21.00. Dengan tidak mengindahkan imbauan pemerintah tersebut langsung diberi peringatan sekaligus menutup toko dan warung itu. ”Kami di Satgas GR Covid-19 sudah ada tim keamanan terdiri dari pecalang dan Babinkamtibmas melakukan patrol keliling sekaligus memberikan edukasi terkait bahaya penularan virus corona,’’ jelasnya. (103)

Baca juga :  Patung di Pura Jagatnatha Dirusak Saat Nyepi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini