Dua Warga Terpapar Virus Corona, Banjar Pekuwon Gelar Sipeng Tiga Hari

SIPENG-Banjar Adat Pekuwon, Kelurahan Cempaga, Bangli secara resmi melaksanakan sipeng (tak beraktivitas di luar rumah) selama tiga hari, yang dimulai Minggu (10/5).

Bangli, DenPost

Berbagai upaya dilakukan masing-masing di banjar maupun desa adat di Bangli melalui satgasnya, guna menekan laju pandemi virus corona. Seperti Banjar Adat Pekuwon, Kelurahan Cempaga, Bangli secara resmi melaksanakan sipeng (tak beraktivitas di luar rumah) selama tiga hari, yang dimulai Minggu (10/5). Kebijakan ini terpaksa dilakukan, menyusul dua orang krama (warganya) dilaporkan terpaparnya virus corona tersebut.

Kelian Adat Pekuwon, I Wayan Sutarma mengatakan, sebelum dilaksanakan  “sipeng” terlebih dahulu dilakukan upacara guru piduka. “Pascamendengar warga kami ada yang positif corona, kami telah menghaturkan pejati di pura delem dan Pura Kehen,”ujar Sudarma.

Kata dia, dalam pelaksanaan sipeng ini warga diwanti untuk tidak keluar rumah  dan mengikuti himbauan pemerintah, yakni tidak melakukan interaksi  dengan masyarakat di luar. “Kami ingin warga Banjar Adat mulat sarira dengan tinggal di rumah. Kita harap dengan kebijakan ini virus corona tidak lagi ada di Banjar kami,”ujarnya.

Sudarma meyakini, terpaparnya virus corona di daerahnya merupakan bagian dari cobaan dari Ida Sanghyang Widi Wasa (Tuhan). Karenanya, pihaknya selaku umat Hindu, untuk tetap memhohon pengampunan dan meminta petunjuk dari Sesuhunan agar wabah Corona segera hilang dari bumi ini.

Baca juga :  Bangli Kembali Raih WTP

Disebutkan, hari petama kegiatan sipeng ini telah berjalan baik. Dimana, semua warga mematuhinya. Mereka tidak ada meninggalkan pekarangannya masing-masing. Akses masuk ke Banjar Adat Pekuwon dijaga pecalang  setempat.  Suasana  jalan lingkungan di Banjar Adat Pekuwon terbukti tampak sepi termasuk warung juga tutup. Akses menuju Pura Kehen juga ditutup sementara selama pelaksanaan Sipeng.  “Suasana sipeng di Banjar Adat Pakuwon, tampak hampir sama dengan perayaan Nyepi Tahun Saka. Bedanya di rumah mereka boleh melakukan aktivitas apa pun baik memasak, bekerja atau lainnya, sepanjang tak keluar rumah,”imbuhnya.

Baca juga :  Bocah yang Hilang Saat Memancing Ditemukan Mengambang di Sungai

Sementara perkembangan corona di Bangli hingga Minggu sore telah mencapai 70 kasus, 40 orang diantaranya sembuh dan sisanya masih dalam perawatan. Menurut Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa, beberapa kasus baru dimana tiga orang diantaranya berasal dari Uma Anyar. Mereka merupakan transmisi lokal hasil tracking dari kasus tukang suun Pasar Kiduk dan anaknya. Hal ini diketahui setelah pelaksanaan rapid test terhadap 23 orang kontak erat. Pada pelaksanaan  rapid pertama hasilnya negatif, pada pelaksanaan rapid ke 2 pada 29 April lalu hasilnya 3 reaktif. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan swab dengan hasil ketiganya positif. Sementara tukang suun dan anaknyaa justeru dilaporkan sudah sembuh dan kini masih menjalani karantina mandiri di rumahnya.(128)

Baca juga :  Polisi Temukan 14 Titik Api di Lokasi Kebakaran Hutan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini