Tak Maksimal, Kolam Pembibitan Ikan di Klungkung Keruh

Semarapura, DenPost

Tidak semua aset milik Pemkab Klungkung dapat dikelola secara maksimal. Seperti halnya kolam ikan yang berada di
Kantor Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung. Air kolam ikan yang telah disiapkan sebagai tempat pembibitan, pembudidayaan, kolam pancing hingga rumah makan ini tampak keruh. Bahkan area di sekitar kolam juga kurang terawat. Selain itu, benih ikan jenis udang pun gagal dikembangkan akibat kualitas air yang kurang baik, sehingga yang tersisa hanya ikan lele dan nila.

Kondisi inipun diakui Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, Wayan Durma, Minggu (10/5/2020). Namun pihaknya berdalih kondisi air keruh di kolam terjadi karena sebelumnya ada hujan. Apalagi selama ini, sumber air yang dipakai di kolam merupakan air sungai yang sangat rentan ada sampah yang masuk ke kolam. Tapi untuk mengantisipasi hal itu, Durma mengatakan kedepan akan membuat teknologi supaya air yang masuk ke kolam tidak keruh. “Sumber air memang dari air sungai. Jadi hampir setengah jam kita ngecek sampah, kalau gitu ndak ngalir airnya ke kolam,” ujar Durma.

Baca juga :  PDP Covid 19 di Klungkung Bertambah

Menurut Durma, saat ini ada 15 kolam yang dipakai pembibitan dan pembudidayaan ikan tawar. Semua kolam dikatakan berisi ikan jenis nila maupun lele. Namun diakui masalah debit air masih menjadi kendala. Karena debit air biasanya mulai menurun dari Agustus sampai November. Belum lagi penggunaan air sungai harus berbagi dengan subak. “Memang air sungai yang kita gunakan tidak kita tampung dan langsung mengalir ke sawah. Cuma untuk pembibitan ikan kita masih kekurangan air,” katanya.

Dengan adanya persoalan tersebut, Durma mengatakan bakal membuat dua sumur bor lagi untuk mengatasi kekurangan air. “Pembangunan sumur bor sudah berproses dan dikaji. Dari Dinas PU juga sudah turun. Maunya dianggarkan perubahan tapi karena situasi sekarang semua anggaran difokuskan untuk penangan Covid-19,” ujarnya.

Baca juga :  Anggota DPRD Klungkung Minta Tablet

Ditanya soal pembibitan udang yang gagal, pejabat asal Nusa Penida ini mengakui cukup sulit. Karena untuk memelihara udang harus ada air yang khusus mengalir dengan deras dan itupun perlu oksigen.

Untuk diketahui, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, sempat turun mengecek kondisi kolam ikan di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Sabtu (9/5/2020). Setelah melihat kondisi kolam tersebut, Bupati Suwirta langsung mewanti-wanti petugas setempat untuk bekerja maksimal dan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap pekerjaan yang ditekuni. (119)

Baca juga :  Turunkan Es Batu, Sopir Mobil Boks Tewas Ditabrak Rush

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini