Dihantam Corona, Pengusaha Travel Beralih ke Usaha Ini

Kuta, DenPost

Dampak wabah virus corona benar-benar memukul sektor pariwisata. Untuk bertahan dalam kondisi pariwisata mati suri ini, sejumlah pelaku putar haluan dengan menjual sembako dan kebutuhan pokok masyarakat lainnya. Seperti yang terpantau di kawasan pintu masuk Taman Griya, Puri Gading dan juga kawasan lainnya di wilayah Kedonganan.

Beberapa kendaraan pribadi atau yang dulunya untuk mengangkut wisatawan difungsikan untuk menjual bahan pokok kebutuhan masyarakat, dengan harga terjangkau. Seperti jualan beras, telor, minyak, sayur dan jenis buah-buahan segar. Mereka mencoba memanfaatkan peluang yang ada supaya bisa sekadar ada pemasukan.

Baca juga :  Sidak di Pintu Gerbang Pantai Kuta, Puluhan Pelanggar Prokes Terjaring

Seperti yang dilakoni salah seorang pengusaha agen perjalanan ternama asal Kedonganan, Nyoman Suadi, yang kini memanfaatkan peluang sebagai penjual telur ketika diajak berbincang-bincang, Minggu (10/5/2020). Dia dengan jujur mengakui kalau akibat terpuruknya sektor pariwisata yang terdampak corona, membuat dirinya seakan tidak bisa berkutik lagi. Bahkan kendaraan kredit yang dimiliki, seolah ibaratnya menjadi barang rongsokan karena tiadanya wisatawan. Dia masih ingat kalau wisatwan atau perjalanan wisata yang terakhir ditangani sebelum wabah ini mematikan sektor pariwisata, yakni pada pertengahan Maret lalu. Di mana pihaknya mengantar wisata perjalanan menuju Lombok.

Setelah itu, praktis tidak ada kegiatan tour yang dilakoninya. Di sisi lain, usaha leasing, lanjut dia, sudah beberapa kali menghubunginya. Namun dirinya hanya bisa pasrah. “Mau bagaimana lagi? Saya cuma bisa pasrah,” ujarnya.

Baca juga :  Pendingin Ruangan Meledak, Restoran dan Bar Terbakar

Beberapa finance diakuinya memang sudah memberi keringanan, dengan mekanisme yang beragam. Seperti ada yang memberi penundaan selama 2 bulan.
Di mana, penundaan ini berakhir pada Mei ini. “Berikutnya, tentu kami tidak tahu lagi akan seperti apa,” imbuhnya.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, diapun mencoba bergelut di bidang lain, yakni melakukan penjualan telur. Dengan pertimbangan dalam situasi seperti ini, hanya sektor perdagangan bahan makanan yang mungkin masih bisa bertahan. “Saat ini saya coba menekuni penjualan telur ayam. Saya ambil telur ayam segar di luar wilayah Badung, lalu saya distribusikan ke pedagang-pedagang kecil,” bebernya.

Baca juga :  Badung Dukung Upaya Pemulihan Pariwisata Secara Bertahap

Selain itu, dia juga melayani pesanan untuk diantar di wilayah Kedonganan dan sekitarnya. “Ya paling tidak, sementara ini ada pundi-pundi pemasukan. Walaupun tidak seberapa, yang penting saya telah coba berusaha. Mudah-mudahan wabah ini segera berlalu dan pariwisata bisa tumbuh kembali,” harapnya. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini