Denpasar Kembali Tak Ada Penambahan Kasus Positif Baru

Dauh Puri, DenPost

Kabar baik berhembus di tengah penanganan Covid-19 di Kota Denpasar. Perkembangan kasus di Ibukota Provinsi Bali ini, menunjukkan trend yang membaik, Minggu (10/5/2020). Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif baru.

Kabar baik ini juga diiringi dengan sembuhnya 3 orang pasien Covid-19, di mana 2 orang berdomisili di Desa Sanur Kauh, dan seorang lagi berdomisili di Kelurahan Sumerta. Demikian dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai.

Baca juga :  Pasien Isoman Dirujuk Menuju Isoter, Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Melonjak 23 Orang

Dewa Rai, memyatakan secara akumulatif sampai saat ini kasus yang terkonfirmasi positif secara akumulatif sebanyak 57 orang, rincianya 46 orang sudah sembuh, 2 orang meninggal dunia dan 9 orang masih dalam perawatan.

Sementara dari hasil pelacakan tim surveilence sampai saat ini di Kota Denpasar, juga tidak ada penambahan status OTG, ODP dan PDP, sehingga secara akumulatif sampai saat ini terdapat status OTG sebanyak 339 kasus, ODP (264 kasus) dan PDP (26 kasus). “Meski dalam 3 hari terakhir di Kota Denpasar tidak ada penambahan kasus positif baru, demikian juga tingkat kesembuhan pasien semakin meningkat. Jangan justru hal ini membuat lengah, tetapi harus tetap waspada dan disiplin mengikuti anjuran pemerintah, kurangi aktivitas di luar rumah, wajib pakai masker dan selalu menjaga kesehatan fisik agar imun tubuh tetap terjaga,” ujar Dewa Rai.

Baca juga :  7 Bulan Berjuang, Korban KDRT Akhirnya Bisa Bertemu Buah Hati

Walaupun kasus covid mulai melandai, Pemkot Denpasar tetap meningkatkan kewaspadaan, dengan akan segera menerapkan Peraturan Walikota Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). “Kami harus tetap tingkatkan kewaspadaan karena mobilitas dan ativitas masyarakat masih tinggi. Lebih baik kita ketatkan dulu sementara, sehingga benar benar bebas kasus Covid, karena kami tidak ingin ada muncul serangan gelombang kedua yang justru akan membuat keadaan semakin sulit,” ucapnya.

Baca juga :  PDI Perjuangan Terus Benahi Kaderisasi Partai

Dia menambahkan keberadaan Orang Tanpa Gejala (OTG) ini yang mesti diwaspadai karena berpotensi sebagai carier atau pembawa virus. Oleh karena itu, perlu kedisiplinan dan kesadaran semua pihak untuk bersama-sama bergotong royong memutus rantai penyebaran virus ini. (112)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini