Abrasi di Pesisir Pantai Jineng Agung Makin Parah

Abrasi kembali menerjang wilayah pesisir Jineng Agung, Gilimanuk

Negara, DenPost

Di tengah kekhawatiran warga akan ancaman wabah Covid-19,  warga pesisir pantai Lingkungan Asri dan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk dihadapkan dengan musibah abrasi.

Abrasi memang menerjang wilayah ini sejak 10 tahun terakhir. Kerap terjadi bulan Mei hingga Juni. Usulan untuk penanganan pesisir pantai sudah sering dilakukan Pemkab Jembrana namun hingga kini belum ada penanganan.

Permukiman warga yang sebelumnya jauh dari bibir pantai kini sering diterjang ombak ketika air laut pasang. Berbagai upaya sudah dilakukan secara swadaya. Seperti pemasangan tumpukan karung berisi sirtu untuk penahan ombak. Namun, benteng pertahanan itu tak bertahan lama dan sempat diperkuat lagi dengan pemasangan buis dari beton.

Dari pantauan Senin (11/5)  tinggal beberapa langkah rumah warga di pesisir pantai tergerus abrasi. Tembok rumah warga sudah terancam dihantam ombak. Kondisi ini membuat warga makin resah. Menurut warga hampir tiap malam tidak bisa tidur karena khawatir dengan terjangan ombak.

Baca juga :  Gelung Kori Gilimanuk Dihias, Begini Tampilannya

Warga sudah melakukan gotong royong Minggu (10/5) agar air tidak sampai menghempas rumah mereka. Menurut warga karena kondisi makin parah tahun lalu mereka sempat melakukan swadaya melakukan penanggulangan dengan memasang beton buis di wilayah Lingkungan Asri dan Jineng Agung. Beton buis juga bantuan dari sejumlah pihak. Namun upaya itu tidak maksimal.

Lurah Gilimanuk Gede Wariana Prabawa  membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya warga gotong royong memasang buis dan karung pasir swadaya masyarakat dan bantuan semen, batu dan pasir dari sejumlah pihak. “Untuk escavator kami sudah usulkan melalui Kabag Perlengkapan,” jelasnya.

Baca juga :  Positif Covid-19 di Jembrana Bertambah Satu Orang

Pihaknya masih menunggu adanya bantuan dari pemerintah pusat untuk pelindung pantai. Pihak kelurahan dan kecamatan sudah mengajukan permohonan bantuan penanganan abrasi tersebut. “Permohonan sudah diajukan namun kewenangan untuk senderan pantai ada di pusat melalui Balai Wilayah Sungai Penida,” jelasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini